Logo Saibumi

Mau Tau Berapa Saturasi Oksigen Anak-Anak Dan Orang Dewasa

Mau Tau Berapa Saturasi Oksigen  Anak-Anak Dan Orang Dewasa

Saibumi.com (SMSI), Info Sehat - Saturasi oksigen adalah hal yang penting untuk diperhatikan oleh pasien terinfeksi COVID-19, karena Saturasi oksigen merupakan jumlah oksigen yang bersirkulasi di darah. Biasanya, oksigen akan dibawa oleh sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh bagian tubuh. Ini berapa saturasi oksigen normal Anak- Anak dan Orang Dewasa.

 

BACA JUGA: 8 Manfaat dan Efek Samping Bawang Putih

Jumlah kadar oksigen sering kali dijadikan indikator seberapa baik tubuh bisa mendistribusikan oksigen dari paru ke sel. Apabila kadar oksigen rendah, artinya pasien harus waspada dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

 

Saat terpapar COVID-19, oksigen dalam darah umumnya akan mengalami penurunan, walaupun pasien tidak mengalami gejala apapun. Karenanya, bagi pasien isolasi mandiri di rumah, mengukur kadar oksigen menggunakan alat bernama oximeter merupakan hal yang penting.

 

Oximeter sendiri merupakan alat pengukur kadar oksigen dalam darah yang bekerja dengan cara dijepitkan ke bagian tubuh tertentu, biasanya pada jari. 

 

Nah, sebelum mulai mengukur tingkat oksigen dengan alat, sebaiknya Anda harus terlebih dulu mengetahui persentase saturasi oksigen normal dalam tubuh. 

 

Berikut adalah saturasi normal anak-anak dan orang dewasa :

 

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Saturasi oksigen normal anak berada di antara angka 95-100 persen. Jika anak terinfeksi virus Corona, maka orang tua diimbau untuk secara rutin memeriksa saturasi oksigennya.

 

Namun, menurut data CDC, tidak banyak kasus infeksi COVID-19 anak yang mengalami penurunan oksigen. Tetapi, tidak ada salahnya juga untuk secara rutin mengecek kadar oksigen dalam darahnya.

 

Sedangkan saturasi oksigen normal orang dewasa dan lansia sama dengan anak anak yaitu antara 95-100 persen. Apabila oximeter menunjukkan angka tersebut, maka pasien dewasa yang terpapar COVID-19 tidak membutuhkan oksigen tambahan.

 

Namun, jika kurang dari 95 persen, lansia lebih rentan mengalami komplikasi gejala COVID-19. Jadi, sebaiknya para lansia harus bisa menjaga saturasi oksigennya di atas 95 persen.

 

Ketika saturasi oksigen menurun, untuk semua golongan usia, biasanya pasien COVID-19 akan mengalami sejumlah gejala umum, seperti:

 

  • Napas pendek
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Pusing
  • Nyeri di dada.

 

Oleh karena itu, menjaga saturasi oksigen normal dewasa, anak, dan lansia menjadi sangat penting untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

BACA JUGA: Terpapar Covid dan Hilang Indera Penciuman, Wajib Disyukuri



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong