Logo Saibumi

Pengamat Mata Uang: Rupiah Berpotensi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Bulan Ini

Pengamat Mata Uang: Rupiah Berpotensi Tembus Rp19.000 per Dolar AS Bulan Ini

Foto Ilustrasi Uang/dok.saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan penguatan tipis pada perdagangan pagi, Jumat (5/6/2026). Meski demikian, mata uang Garuda masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

 

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.24 WIB, rupiah di pasar spot menguat 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp18.017 per dolar AS. Penguatan tersebut terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS.

BACA JUGA: BGN Batasi Dapur MBG Maksimal Enam Unit per Kecamatan, Ini Alasannya

 

Sejumlah mata uang di kawasan mencatat penguatan, di antaranya yen Jepang yang naik 0,04 persen, dolar Hong Kong menguat 0,01 persen, serta peso Filipina yang bertambah 0,13 persen.

 

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru mengalami pelemahan. Dolar Singapura turun 0,05 persen, dolar Taiwan melemah 0,07 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,83 persen, dan rupee India turun 0,09 persen.

 

Selain itu, yuan China melemah 0,02 persen, ringgit Malaysia turun 0,51 persen, sementara baht Thailand terkoreksi 0,08 persen terhadap dolar AS.

 

Meski rupiah menguat pada awal perdagangan, sejumlah analis masih memandang prospek mata uang nasional dalam tekanan. 

 

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi bahkan memprediksi rupiah berpotensi menyentuh level Rp19.000 per dolar AS sepanjang Juni 2026.

 

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi domestik yang masih menghadapi berbagai tantangan.

 

"Saat ini rupiah sudah berada di atas Rp18.000 per dolar AS. Pada Juni ini, kemungkinan rupiah bisa mencapai Rp19.000 per dolar AS," ujar Ibrahim, dilansir beritasatu.com, Jumat (5/6/2026).

 

Ia menilai kombinasi sentimen eksternal dan domestik masih menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan. 

 

Karena itu, pelaku pasar dan investor diminta terus mencermati perkembangan ekonomi global maupun kebijakan yang ditempuh pemerintah dan bank sentral.

 

 

BACA JUGA: BGN Batasi Dapur MBG Maksimal Enam Unit per Kecamatan, Ini Alasannya

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA