Logo Saibumi

Siap-siap! Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET

Siap-siap! Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Siapkan Penyesuaian HET

Foto Ilustrasi Minyak Kita/Dok.saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Jakarta– Pemerintah membuka peluang penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat merek Minyakita menyusul meningkatnya biaya produksi yang dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan baku dan kemasan.

 

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan yang digelar di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

BACA JUGA: Ayung Dituntut 19 Tahun Penjara Usai Bunuh Mantan Istri dengan Puluhan Tusukan di Bandar Lampung

 

Menteri Perdagangan Budi Santoso, mengatakan pemerintah telah menyepakati perlunya penyesuaian HET Minyakita sebagai tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

 

"Jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita," ujar Budi, dilansir dari Beritasatu.com.

 

Menurutnya, salah satu faktor yang mendorong rencana kenaikan harga tersebut adalah meningkatnya biaya kemasan plastik akibat kenaikan harga nafta di pasar global. 

 

Selain itu, fluktuasi harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga memberikan tekanan terhadap biaya produksi minyak goreng.

 

Budi menjelaskan, harga CPO sempat menyentuh rata-rata Rp15.445 per kilogram sebelum akhirnya turun kembali ke kisaran Rp14.000 per kilogram. 

 

Meski mengalami penurunan, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga komoditas tersebut sebelum menetapkan kebijakan lebih lanjut.

 

Kendati kesepakatan untuk menyesuaikan HET telah dicapai, pemerintah hingga kini belum menentukan besaran kenaikan maupun waktu pemberlakuannya. Penetapan harga baru akan dilakukan setelah kondisi pasar dinilai lebih stabil.

 

"Pemerintah akan melihat terlebih dahulu pergerakan harga yang lebih stabil. Setelah itu baru ditetapkan berapa angka kenaikan harga eceran tertinggi Minyakita," tutur Budi.

 

Pemerintah berharap kebijakan yang akan diambil nantinya tetap mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan usaha produsen dan keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat.

 

Sementara itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok Minyakita di pasaran saat ini masih tersedia dan distribusi terus berjalan sebagaimana mestinya.

 

BACA JUGA: Ayung Dituntut 19 Tahun Penjara Usai Bunuh Mantan Istri dengan Puluhan Tusukan di Bandar Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA