Foto Ilustrasi Pengisian BBM | dok.saibumi.com
Saibumi.com(SMSI), Jakarta – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tetap aman dan tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami pelemahan hingga menembus Rp17.877 per dolar AS.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot, menegaskan bahwa pemerintah telah menetapkan harga BBM subsidi tetap stabil sampai akhir tahun.
BACA JUGA: Pelajar SMP di Pringsewu Jadi Korban Bullying Fisik, Polisi Turun Tangan
“Untuk kenaikan harga BBM yang untuk subsidi, ini kan sudah disampaikan tidak naik hingga akhir tahun,” ujar Yuliot, dikutip dari Antara, Minggu (31/5/2026).
Selain menjaga stabilitas harga, pemerintah juga memastikan ketersediaan stok BBM nasional dalam kondisi aman dan berada di atas batas minimal cadangan operasional.
Menurut Yuliot, standar minimal stok operasional BBM nasional berada pada level 23 hari. Namun, saat ini cadangan BBM subsidi maupun nonsubsidi masih jauh di atas ketentuan tersebut.
“Misalkan untuk Pertalite itu jauh di atas cadangan minimal, dan juga untuk solar CN48 itu juga di atas cadangan minimal,” tambahnya.
Ia menambahkan, pasokan BBM nonsubsidi juga dipastikan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh Indonesia.
Di tengah tekanan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, pemerintah terus berupaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi minyak dalam negeri serta percepatan kesiapan kilang domestik.
“Produksi di dalam negeri kami dorong untuk peningkatan, kilang di dalam negeri pun itu juga kami sudah siapkan,” jelas Yuliot.
Saat ini, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS. Kondisi tersebut terjadi meskipun Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen guna menjaga stabilitas nilai tukar.
Berdasarkan Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diakses pada Jumat (29/5/2026), nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tercatat mencapai Rp17.877 per dolar AS.
Sementara itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, juga memastikan harga BBM subsidi tetap aman meski rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 mencapai US$117,31 per barel.
Namun demikian, menurut Bahlil, rata-rata ICP sejak Januari 2026 masih berada di bawah ambang batas US$100 per barel.
“Rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar US$80–81 dari bulan Januari sampai sekarang. Jadi, belum sampai US$100,” katanya.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis harga BBM subsidi masih dapat dipertahankan hingga penghujung tahun.
“Insyaallah sampai akhir tahun,” tegas Bahlil.
Pemerintah berharap kepastian tersebut dapat memberikan rasa tenang bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih berlangsung.
BACA JUGA: Pelajar SMP di Pringsewu Jadi Korban Bullying Fisik, Polisi Turun Tangan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 292
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 196
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 20
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 16
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 15
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 13
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 11
BERLANGGANAN BERITA