Saibumi.com (SMSI), Lampung — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil mengungkap 224 kasus premanisme dan pungutan liar (pungli) selama pelaksanaan Operasi Pekat Krakatau 2025 yang berlangsung dari 1 hingga 14 Mei 2025.
Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Lampung pada Senin (19/05/2025), Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika menyatakan bahwa operasi ini melibatkan 127 personel dari Polda Lampung serta dukungan dari Polres di 15 kabupaten/kota di wilayah hukum Polda Lampung.
“Operasi ini kami laksanakan sejak 1 hingga 14 Mei 2025 dan akan terus kami masifkan bersama jajaran untuk menjaga kamtibmas agar tetap aman, damai, dan nyaman,” ujar Kapolda Helmy.
BACA JUGA: Dalang BBM Oplosan Masih Misterius, Sopir dan Kenek Hanya Petugas Lapangan
Sasaran operasi mencakup tindak kriminal seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), premanisme, pungli, serta kepemilikan senjata tajam dan senjata api ilegal.
Selama dua pekan pelaksanaan operasi, polisi mengamankan 399 orang. Dari jumlah tersebut, 121 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara sisanya diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Barang bukti yang berhasil disita antara lain:
• 2 unit mobil
• 51 unit sepeda motor
• 3 pucuk senjata api
• 5 butir amunisi
• Barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak kejahatan
Helmy menegaskan komitmen Polda Lampung dalam menindak tegas segala bentuk kejahatan, khususnya premanisme, di wilayah hukum Polda Lampung.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, seluruh stakeholder akan kami libatkan untuk menjaga situasi kamtibmas selanjutnya,” tegasnya.
Dirkrimum Polda Lampung, Kombes Pol. Pahala Simanjuntak, menjelaskan bahwa dari 121 tersangka, mayoritas terlibat dalam kasus pungli.
“Peran mereka antara lain melakukan intimidasi atau pungutan secara paksa terhadap sopir truk dengan ancaman. Jika tidak membayar, mereka diminta untuk putar arah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan terkait kepemilikan senjata api ilegal yang hingga hari ini belum dapat ditemukan siapa yang membuat dan mendistribukan senjata tersebut.
“Kami terus mengusut asal-usul senjata rakitan yang banyak beredar. Hingga saat ini, pendalaman masih terus dilakukan. Harapannya, ke depan asal-usulnya dapat segera terungkap, karena jenis senjata rakitan yang beredar sangat beragam. Kemungkinan besar, senjata-senjata tersebut tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan dari beberapa lokasi yang berbeda.”kata dia.
Selain itu, praktik pungli juga ditemukan di pasar-pasar. Meski disebut telah memiliki kontrak dengan pengelola pasar, kenyataannya pungutan yang dilakukan melebihi kesepakatan.
“Dalam kontrak hanya disebutkan pungutan sebesar Rp2.000, namun di lapangan justru ditarik Rp5.000,” ungkapnya.
Wilayah dengan jumlah kasus premanisme tertinggi selama Operasi Pekat Krakatau 2025 tercatat di Polres Lampung Utara dengan 34 kasus dan Polres Lampung Timur dengan 32 kasus.
Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kriminalitas.
“Siapapun yang mengetahui adanya tindakan premanisme atau menjadi korban, silahkan laporkan kepada pihak kepolisan,” tutupnya.
BACA JUGA: Dalang BBM Oplosan Masih Misterius, Sopir dan Kenek Hanya Petugas Lapangan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 28
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA