Logo Saibumi

Pecinta Kopi? Wajib Tahu Asal Muasal Kopi yang Juga Digemari Kaum Milenial

Pecinta Kopi? Wajib Tahu Asal Muasal Kopi yang Juga Digemari Kaum Milenial

Foto: Ilustrasi/Pixabay

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Buat anda pecinta kopi, tentu sudah tahu bagaimana kenikmatan kopi saat diseduh. menjadi hidangan istimewa temani disela-sela aktifitas terlebih kebanyakan diantaranya mengatakan bahwa kopi dapat menghilangkan ngantuk? namun sudah tahukan anda asal muasal kopi?



Kata coffee berasal dari bahasa Belanda koffie, yang dipinjam dari bahasa Turki, kahveh, yang merupakan serapan dari bahasa Arab, qahwah. Kemungkinan kata ini berasal dari Kaffa, nama tempat di Ethiopia dimana tanaman kopi berasal. Para sejarawan berbeda pendapat mengenai asal mula minuman kopi.

BACA JUGA: Buang Air Besar Berdarah, Waspadai 6 Hal Ini Jika Mengalaminya



Menurut William H. Ukers dikutip dari artikel Umma, penemuan kopi bisa dilacak hingga tahun 750 M di Ethiopia ketika seorang gembala bernama Khalid yang mengamati perubahan tingkah laku kambing gembalaannya setelah memakan tanaman tertentu, yang kemudian dikenal dengan tanaman kopi. Sumber dari Turki mencatat penemuan kopi pada tahun 1258, ketika seorang syaikh bernama Umar yang memakan biji kopi karena kelaparan. Bahkan catatan medis mengenai khasiat kopi tercantum dalam kitab Al-Qanun fi al-tib, magnum opus dari Ibnu Sina (selesai ditulis 1025 M). Sebelumnya ar-Razi juga menyebutkan beberapa khasiat medis pada kopi.



Dari catatan-catatan sejarah tersebut bisa disimpulkan bahwa kopi ditemukan oleh kaum Muslim sebelum abad 10 M. Pertama kali dibudidayakan dan dikonsumsi di Yaman, alih-alih memakan bijinya, orang Yaman merebus biji kopi sehingga lahirlah minuman yang kemudian disebut al-Qahwa. Diperkirakan bahwa pengguna kopi yang pertama kali adalah para Sufi untuk membantu mereka agar kuat berlama-lama dalam dzikir dan shalat malam.



Ralph S. Hattox mengutip catatan Fakhr al-Din Abu Bakr Ibn Abi Yazid Al-Makki, yang menyatakan bahwa kelompok sufi dari tarekat Syadziliyah biasa membuat Al-Qahwa dengan menggunakan daun Al-Gat, sebuah tanaman stimulan yang terkenal di jazirah Arabia. Tapi karena terjadi kelangkaan stok daun Al-Gat di Aden, Syaikh -Dhabhani (d. 1470-71) memerintahkan pengikutnya untuk menggunakan bunn, atau biji kopi, sebagai penggantinya.



Sumber lain yang dikutip Hattox menyatakan bahwa pada awal abad 15 M kopi sudah dijadikan minuman di wilayah Persia. Hal ini diungkapkan oleh Jamaluddin al-Dabhani, mufti wilayah Aden, ketika berkunjung ke Persia. Ketika sakit, sang mufti mencoba menyicipi kopi, dengan harapan kesehatannya bisa membaik. Ternyata bukan hanya sakitnya sembuh, sang mufti merasakan manfaat lain, yaitu menghilangkan sakit kepala, menambah semangat dan mengusir kantuk. Mufti Jamaludin kemudian merekomendasikan minuman kopi kepada para sufi agar untuk meningkatkan stamina ketika shalat malam.

BACA JUGA: Inilah 5 Manfaat Susu Almond yang Menyehatkan Bagi Tubuh



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong