Logo Saibumi

Pelemahan Harga Minyak Dunia Bikin Pertamax Lebih Murah, Ini Penjelasannya

Pelemahan Harga Minyak Dunia Bikin Pertamax Lebih Murah, Ini Penjelasannya

Foto Ilustrasi

Saibumi.com(SMSI), Jakarta – Pemerintah memastikan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026, merupakan dampak dari melemahnya harga minyak mentah dunia. 

 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, harga BBM nonsubsidi memang mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP), sehingga penyesuaiannya dapat naik maupun turun sesuai kondisi pasar global.

BACA JUGA: Pendanaan MBG Berubah, BGN Serahkan Penentuan Anggaran ke Pemerintah

 

"Menyangkut dengan BBM yang nonsubsidi itu harganya memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Beritasatu.com, Senin (3/8/2026).

 

Menurutnya, ketika harga minyak dunia mengalami penurunan, harga BBM nonsubsidi juga berpotensi turun. Sebaliknya, jika harga minyak kembali meningkat, maka harga BBM nonsubsidi akan ikut menyesuaikan.

 

"Kalau minyak dunia naik, pasti BBM nonsubsidi juga akan naik. Sekarang kan lagi turun. Kemudian kepada usaha swasta melakukan koreksi dari penurunan harga itu," lanjutnya.

 

Penurunan harga minyak mentah dunia tercermin dari harga minyak Brent yang turun sebesar 4,64 persen atau US$4,08 menjadi US$83,85 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga melemah 4,74 persen atau US$4,01 menjadi US$80,66 per barel.

 

Sejalan dengan kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Agustus 2026. Harga Pertamax Turbo turun Rp1.000 dari Rp19.300 menjadi Rp18.300 per liter.

 

Kemudian, Pertamax Green 95 mengalami penurunan Rp400 menjadi Rp16.600 per liter dari sebelumnya Rp17.000 per liter. Sementara Pertamax (RON 92) turun Rp300 menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.

 

Adapun harga Pertamina Dex tetap bertahan di angka Rp21.150 per liter dan Dexlite tidak mengalami perubahan, yakni Rp19.700 per liter.

 

Di sisi lain, Bahlil menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap harga BBM bersubsidi. Pemerintah berkomitmen mempertahankan harga Pertalite dan Solar subsidi meskipun terjadi fluktuasi harga minyak mentah dunia.

 

Saat ini, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi masih dipatok Rp6.800 per liter.

 

Menurut Bahlil, sekitar 80 persen konsumsi BBM nasional merupakan BBM bersubsidi yang menjadi tanggung jawab pemerintah melalui skema subsidi energi. Sementara sekitar 20 persen sisanya merupakan BBM nonsubsidi yang mengikuti mekanisme harga pasar.

 

"Yang penting adalah BBM subsidi itu tidak akan naik. Itu yang paling penting," tegasnya.

 

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah memastikan perlindungan terhadap mayoritas masyarakat tetap terjaga melalui subsidi energi, sementara penyesuaian harga hanya diberlakukan pada BBM nonsubsidi sesuai perkembangan harga minyak mentah dunia.

 

BACA JUGA: Pendanaan MBG Berubah, BGN Serahkan Penentuan Anggaran ke Pemerintah

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA