Foto Ist/Gubernur Lampung, Rahmad Mirzani Djausal
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai penggerak ekonomi desa.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, keberadaan KDMP akan dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah bagi komoditas unggulan desa, sekaligus memangkas rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang dan tidak efisien.
BACA JUGA: Rakerprov KONI Lampung 2026 Fokus Susun Strategi Pembinaan Atlet Menuju PON 2028
"KDMP di Provinsi Lampung akan kita pakai untuk melakukan hilirisasi. Koperasi bukan hanya menyalurkan sembako, tetapi menjadi instrumen untuk menghilirkan komoditas desa, mengembangkan UMKM, sekaligus memperkuat jalur distribusi," ujar Mirzani, Rabu (22/7/2026).
Menurut Mirza, pembentukan KDMP dilatarbelakangi kebutuhan memperbaiki tata niaga komoditas pertanian yang selama ini menyebabkan biaya distribusi tinggi, sehingga mengurangi pendapatan petani.
Akibat rantai distribusi yang panjang, sebagian besar nilai ekonomi justru berpindah ke luar daerah sebelum kembali ke masyarakat dalam bentuk produk dengan harga yang lebih mahal.
Ia mencontohkan komoditas jagung maupun beras di Lampung yang diproduksi di berbagai sentra pertanian, namun harus melalui proses distribusi yang panjang sebelum dipasarkan kembali kepada masyarakat.
Kondisi tersebut menyebabkan biaya transportasi dan distribusi terus bertambah hingga akhirnya memengaruhi harga jual.
Ironisnya, daerah penghasil jagung justru masih membeli pakan maupun ayam dengan harga lebih tinggi dibandingkan sejumlah daerah perkotaan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan Program DesaKu Maju dengan penguatan KDMP.
Melalui program itu, proses pengeringan hasil panen, penggilingan padi, produksi pakan, hingga pengolahan berbagai komoditas pangan diharapkan dapat dilakukan langsung di desa.
Ia mengatakan, koperasi nantinya akan mengelola berbagai unit usaha pendukung, mulai dari fasilitas pengering (dryer), rice milling unit (RMU), pabrik pakan, hingga usaha hilir lainnya.
Selain memperkuat hilirisasi, KDMP juga diproyeksikan menjadi wadah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.
Gubernur Mirza optimistis, penguatan koperasi akan meningkatkan perputaran ekonomi di desa seiring bertambahnya pendapatan masyarakat dan berkembangnya aktivitas usaha berbasis komoditas lokal.
"Ketika daya beli masyarakat meningkat, kita juga harus memastikan produk-produk lokal tersedia sehingga manfaat ekonomi tetap berputar di desa dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Lampung," pungkasnya.
BACA JUGA: Rakerprov KONI Lampung 2026 Fokus Susun Strategi Pembinaan Atlet Menuju PON 2028
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 292
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 196
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 20
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 16
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 15
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 13
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 12
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 11
BERLANGGANAN BERITA