Logo Saibumi

Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi: Harmoni Agama dan Budaya Penting bagi Peradaban Modern

Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi: Harmoni Agama dan Budaya Penting bagi Peradaban Modern

Foto Istimewa

Saibumi.com(SMSI), Jakarta — Hubungan antara agama dan budaya dinilai tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Keduanya disebut selalu hadir dan relevan sepanjang zaman, terutama dalam membentuk peradaban yang bermartabat.

 

Dalam Tulisaannya, Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip Kadi menilai, agama memiliki misi menyelamatkan umat manusia, sementara budaya menjadi prasyarat utama (conditio sine qua non) bagi kehidupan yang beradab.

BACA JUGA: Tipu Anggota DPR, Empat Oknum Ngaku Pegawai KPK Ditangkap

 

“Dalam kehidupan modern, budaya dan realitas sosial menjadi sangat signifikan dalam mengembangkan kualitas hidup manusia,” ujarnya dalam sebuah tulisan.

 

Namun demikian, ia menyoroti masih adanya kesalahan dalam memahami ajaran agama yang berujung pada berbagai konflik sosial. Menurut dia, persoalan utama bukan terletak pada teks kitab suci, melainkan pada cara manusia memaknai isi ajaran tersebut.

 

Ia menjelaskan, banyak ajaran agama disampaikan melalui simbol dan perumpamaan, sehingga membutuhkan pemahaman kontekstual yang tepat.

 

“Persoalan yang kita hadapi bukan pada bunyi teks firman, tetapi bagaimana memahami maknanya secara benar agar agama mampu menjawab tuntutan zaman,” tambahnya.

 

Dalam refleksinya, dirinya juga menekankan pentingnya pendekatan refleksi mendalam melalui perspektif antropologi sistem, yakni upaya memahami manusia dan masyarakat secara komprehensif, termasuk hubungan antara realitas (das Sein) dan idealitas (das Sollen) dalam kebudayaan.

 

Mengutip pemikiran filsuf Yunani Kuno, Plato, ia menyebut manusia dapat diibaratkan sebagai teks yang sulit dipahami. Karena itu, diperlukan pendekatan kritis dan spesifik untuk menafsirkannya.

 

Menurutnya, ilmu pengetahuan berperan layaknya “kaca pembesar” yang membantu manusia memahami ajaran agama secara lebih jelas, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata dan membentuk akhlak mulia.

 

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena konflik yang kerap dikaitkan dengan agama, baik di tingkat nasional maupun global. Sentimen SARA disebut masih sering muncul di masyarakat, sementara konflik internasional seperti ketegangan di Timur Tengah juga kerap dipahami secara sempit sebagai bagian dari ajaran agama.

 

Ia menilai, pemahaman semacam itu justru memperkeruh keadaan dan menjauhkan agama dari fungsi utamanya sebagai pedoman hidup.

 

Di sisi lain, Mayjen TNI (Purn) Dr. Saurip menegaskan bahwa manusia tidak pernah terlepas dari budaya. Kebudayaan, kata dia, merupakan seperangkat nilai dan aturan yang membentuk perilaku masyarakat agar dapat diterima secara sosial.

 

Karena itu, agama seharusnya tidak menghapus budaya lokal, melainkan berinteraksi dan menemukan titik temu dengan nilai-nilai budaya setempat.

 

“Tantangan para agamawan saat ini adalah memadukan tema sentral agama dan budaya agar tercermin dalam perilaku nyata,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa dalam konteks berbangsa dan bernegara, implementasi nilai-nilai agama harus dilakukan melalui aturan hukum yang berlaku, mulai dari undang-undang dasar hingga regulasi turunannya.

 

Dalam tulisannya, ia turut menyinggung pentingnya perubahan pola pikir (mindset) masyarakat melalui refleksi kritis terhadap dinamika sosial dan budaya, guna menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

 

Sebagai penutup, ia mengingatkan bahwa tujuan utama agama adalah membawa kebaikan bagi umat manusia. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat dinilai menjadi kunci agar agama tidak disalahartikan dan justru menimbulkan konflik.

 

“Agama seharusnya menjadi berkah bagi umat manusia, bukan sebaliknya menjadi sumber persoalan,” tuturnya.

 

 

BACA JUGA: Tipu Anggota DPR, Empat Oknum Ngaku Pegawai KPK Ditangkap

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA