Foto | Dok.saibumi.com | Pedagang Plastik di Pasar Tamin, Bandar Lampung
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung- Kenaikan harga plastik dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh pedagang dan konsumen di daerah. Lonjakan harga yang mencapai puluhan persen ini diduga dipicu oleh dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Seorang pedagang plastik, Nasarudin, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi secara bertahap sejak menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan semakin tajam setelahnya.
BACA JUGA: Pemkot Bandar Lampung Ajukan 200 Formasi ASN, Mayoritas untuk Kesehatan dan Pendidikan
"Kalau saya lihat dari hitungan rata-rata itu, kisaran 40 sampai 50 persen, plastik. Perjenis ada yang 30, ada 40 persen, bahkan ada yang sampai 50 persen," ujarnya saat diwawancarai, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak terjadi sekaligus, melainkan meningkat sedikit demi sedikit setiap harinya.
"Itu kisaran dia naiknya per hari ya. Jadi, hari ini contoh soal naik 2.000, besok naik 2.000 lagi jadi 4.000, besok 2.000 (jadi) 6.000. Jadi kalau kita persentasikan itu, awalnya dari 20 persen, naik 25, naik 30 dari modal awal yang sebelumnya belum ada kenaikan itu," jelasnya.
Menurutnya, kenaikan mulai terasa sejak sebelum Idul Fitri, namun lonjakan paling signifikan terjadi setelah hari raya.
"Kalau mulai naiknya dari sejak sebelum Hari Raya Idul Fitri. Cuman yang sangat signifikan kenaikan itu setelah hari-hari Idul Fitri," tambahnya.
Adapun jenis plastik yang mengalami kenaikan cukup tinggi di antaranya plastik PE yang umum digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, seperti pembungkus gula atau keperluan pedagang minuman.
"Plastik PE itu yang paling besar kenaikannya itu, sampai dia 50 persen. Lalu plastik asoy-asoy itu sampai di 50 persen juga kenaikannya," paparnya.
Kenaikan harga ini turut berdampak pada daya beli konsumen. Meski demikian, plastik tetap menjadi kebutuhan yang sulit ditinggalkan, terutama bagi pelaku usaha kecil.
"Kenaikan ini berpengaruh terhadap pelanggan. Kalau berkurang ya ada berkurang sedikit, cuman karena tetap sebagai kebutuhan ya paling ya mengeluh," katanya.
Ia menambahkan, para pembeli biasanya mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan dengan harga yang terus naik.
"Yang biasanya dia beli banyak ya sekitar misalnya satu orang beli lima, bisa beli tiga atau empat, kan gitu. Berkuranglah," terangnya.
Nasarudin juga mengaku sempat mempertanyakan penyebab kenaikan harga tersebut. Namun berdasarkan informasi dari agen pemasok, lonjakan harga dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak mentah sebagai bahan baku plastik.
"Kalau informasi masuk ke saya, dari agen plastik yang biasa mengisi toko kami, yaitu dampak dari perang Iran-Israel ini. Karena awalnya sih agak bingung juga apa kaitannya, ternyata informasinya terbuat dari minyak mentah katanya," pungkasnya.
BACA JUGA: Pemkot Bandar Lampung Ajukan 200 Formasi ASN, Mayoritas untuk Kesehatan dan Pendidikan
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 86
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 57
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 54
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 50
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
BERLANGGANAN BERITA