Saibumi.com(SMSI), Savana Agro tempat yang dipilih warga Lingkungan St. Laurensius Bukit Kencana, pagi itu tampak semarak dengan kehadiran para warga Lingkungan Bukit Kencana dengan mengenakan pakaian nuansa merah putih mewarnai Savana Agro, Minggu, 17 Agustus 2025 di wilayah Batu Putuk Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Kegiatan perayaan ini merupakan serangkaian dengan perayaan HUT NKRI ke - 80 dan telah dimulai sejak bulan Juli 2025 dengan aksi sosial berbagi kasih mengunjungi Panti Rumah Kasih Lampung, serta bersyukur mengikuti Perayaan Ekaristi dalam intensi Misa Kudus tanggal 10 Agustus 2025 di Gereja Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.
BACA JUGA: Tanpa Biaya, Tanpa Diskriminasi: Fikri Penderita Asma Dapat Layanan Maksimal Berkat JKN

Pagi ini di Savana Agro mereka dengan penuh semangat menyanyikan Lagu Indonesia Raya dengan dirigen Ibu Julie mengambil sikap sempurna dengan berdiri tegak menghadap Sang Saka Merah Putih. Setelah Doa Pembuka oleh Saudari Hui Cing dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan dipandu oleh RIA dan Dius, diantaranya pemotongan tumpeng HUT NKRI Ke - 80 dan pemotongan Kue Ulang Tahun terbentuknya Lingkungan Santo Laurensius ke -26 tahun sekaligus merayakan Pesta Pelindung Lingkungan St. Laurensius yang selalu diperingati setiap tanggal 10 Agustus.

Hadir dalam kegiatan ini RD. Krisantus Ian Bagas Brahmanthio yang berkatakese tentang tiga tugas utama yang diterima oleh umat Katolik yang telah menerima baptisan dan mengingatkan bahwa tugas Tuhan Yesus sebagai Nabi, imam, dan Raja. Ini pun menjadi tugas umat Katolik yang telah dibaptis. Harus mampu menghayati dan diimplementasikan sejalan dengan visi misi Keuskupan Tanjungkarang menjadi garam dan terang dalam masyarakat serta menjadi Sakramen keselamatan bagi semua orang.

Albertus Hendri Ketua Lingkungan Santo Laurensius yang akan menyelesaikan masa bhaktinya pada periode tahun ini dalam sambutannya menyampaikan. " Menjadi Ketua lingkungan adalah menjadi pelayan dengan hati seorang hamba, bukan menjadi pejabat dengan hati penguasa , Dibutuhkan kerendahan hati, tidak mudah retak dan emosi , bila dikritik merasa dibatasi atau merasa diintervensi bila diberi masukan, segala kesulitan, kritikan tajam, dan rintangan apapun yang terjadi harus dibawa dalam doa dan heningnya hati ke hadapan Sang Sumber Penguasa Kasih Sejati. Serta harus memiliki integritas yang tinggi, rela berkorban, peduli, dan punya empati. " Pungkasnya.
Selesai doa makan bersama yang dipandu oleh Ibu Maria Malau, ibu Maria Yonatha dan Ibu Lili Suranti tampak semangat menyiapkan makanan selingan ringan. Hari itu permainan mata tertutup, lomba pindah karet gelang dan permainan lainnya yang telah dipersiapkan oleh Ibu Lady dan Mayta termasuk Tim doorprize oleh Bapak Paulus , Jimmy dan Bapak Hendra berlangsung hingga sore hari. Menambah suka cita dan mempererat persaudaraan peserta yang hadir. Kegiatan ini ditutup dengan Doa Penutup oleh Ibu Julie serta berkat dari Romo Krisantus Ian Bagas Brahmantio.
BACA JUGA: Tanpa Biaya, Tanpa Diskriminasi: Fikri Penderita Asma Dapat Layanan Maksimal Berkat JKN
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 35
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
BERLANGGANAN BERITA