Logo Saibumi

Nekat Buka Minimarket Kurang dari 1Km dari Pasar Tradisional, Pemkab Sleman Langsung Segel

Nekat Buka Minimarket Kurang dari 1Km dari Pasar Tradisional, Pemkab Sleman Langsung Segel

Foto : Tim Gabungan Pemkab Sleman menyegel sebuah toko ritel modern yang berada di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, pada Jumat (17/6/2022) karena diduga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. (Dok Pemkab Sleman)

Saibumi.com (SMSI), Sleman - Sebuah toko ritel modern atau minimarket yang berada di Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Jumat (17/6) oleh Tim gabungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. 

 

BACA JUGA: Terjaring Operasi Patuh Krakatau, Pemotor Malah Dapat Helm Gratis dari Polisi

Minimarket itu terpaksa ditutup oleh tim gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI-Polri, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Muspika Kalasan karena melanggar peraturan daerah (perda) yang berlaku di Kabupaten Sleman. 

Dalam Perda tersebut pendirian toko swalayan jarak minimal paling dekat adalah 1.000 meter atau 1 kilometer dari pasar tradisional. 

 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, penutupan dilakukan karena tempat usaha tersebut telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sleman Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penataan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Sedangkan, toko yang ditutup itu berjarak hanya sekitar 30-an meter dari pasar tradisional.  

 

"Penutupan usaha ini karena melanggar Perda. Jaraknya ini ternyata dekat sekali dengan pasar tradisional. Jadi, kalau kita berjalan, (dari toko modern tersebut) ini mungkin sekitar 30 meter kita akan menemui pasar tradisional, sehingga inilah yang kita tertibkan," kata dia, kepada wartawan, Jumat (17/6/2022).

 

Sebelum dilakukan penutupan, Shavitri mengatakan, pihaknya telah memberikan surat peringatan pada tujuh hari sebelumnya. Bahkan, sebelum diberikan surat peringatan juga sudah dilakukan pembinaan kepada tempat usaha tersebut, hingga akhirnya ditertibkan. 

 

Ia pun mengimbau kepada masyarakat yang ingin mendirikan tempat usaha di Bumi Sembada untuk mengikuti aturan yang sudah ada. 

 

Sebab, peraturan daerah yang dibuat memiliki tujuan agar usaha dapat berkembang secara legal dan mendapat perlindungan hukum. 

 

"Jadi harapan kami, silakan tidak usah ragu membangun usaha di Kabupaten Sleman. Tetapi tetap mengikuti peraturan yang ada," pungkas dia. (Saibumi.com/One)

BACA JUGA: Bea Cukai Pantau Harga Transaksi Pasar Rokok Elektrik dan Vape

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA



Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong