Saibumi.com, Kesehatan - Salah satu hal yang dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri pria adalah disfungsi ereksi atau impotensi. Disfungsi ereksi adalah kondisi di mana pria tidak memiliki kemampuan untuk mencapai maupun mempertahankan ereksi untuk berhubungan seksual.
Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhi seperti masalah psikologis hingga gaya hidup. Orang yang mempunyai masalah disfungsi ereksi ini akan rentan mengalami depresi dan stres.
BACA JUGA: Antisipasi Hepatitis Akut, Pemkot Bandar Lampung Akan Lakukan Vaksinasi Door to Door
Jika Anda mempunyai masalah tentang impotensi ini, sebaiknya lakukan konsultasi dokter online. Dengan berkonsultasi secara online, tentu saja akan memudahkan Anda dalam berkomunikasi dengan dokter.
Nah, berikut ini penjelasan mengenai disfungsi ereksi dan cara mengobatinya.
Disfungsi ereksi disebabkan oleh banyak hal. Hal tersebut dikarenakan proses ereksi yang melibatkan otak, pembuluh darah, hormon, emosi, saraf, dan otot. Jika terdapat masalah pada hal-hal tersebut dapat memungkinkan terjadinya disfungsi ereksi.
Berikut ini beberapa penyebab terjadinya disfungsi ereksi:
Dalam ereksi, otak memiliki peran yang sangat penting. Saat sedang stres natau depresi, biasanya pria tidak akan terpengaruh oleh rangsangan seksual. Hal ini lah yang dapat menimbulkan terjadinya disfungsi ereksi.
Sebab lain yang dapat mempengaruhi psikologis seseorang yaitu perasaan bersalah, adanya trauma saat berhubungan intim, tidak tertarik dengan pasangan. Hal-hal seperti itu harus diminimalisir agar tidak terjadi disfungsi ereksi.
Terjadinya kerusakan saraf atau pembuluh darah akibat cedera dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Cedera yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi ini seperti, cedera tulang belakang, penis patah, cedera pada tulang panggul, dan lain sebagainya.
Cedera yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi ini tidak hanya cedera besar saja. Cedera kecil yang berulang seperti cedera pangkal penis akibat mengendarai sepeda dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan impoten terjadi.
Jika Anda pernah menjalani operasi prostat dan kandung kemih, maka Anda berisiko akan mengalami gangguan disfungsi ereksi. Selain kedua operasi tersebut, tingakan medis yang dilakukan pada tulang panggul, tulang belakang, dan otak juga memiliki tingkat risiko yang sama.
Beberapa obat dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Obat-obatan tersebut contohnya:
Hal ini membuat Anda harus mengkonsultasikan terlebih dahulu terkait pemakaian obat-obatan tersebut. Anda juga harus memastikan efek samping yang terjadi.
Disfungsi ereksi dapat juga terjadi akibat adanya penyakit atau masalah kesehatan. Berikut ini beberapa penyakit yang dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi atau impoten:
Anda yang memiliki penyakit yang sudah disebutkan tersebut harus berhati-hati terhadap efek yang terjadi, termasuk risiko disfungsi ereksi.
Pada disfungsi ereksi, gejala yang umum terjadi adalah sulitya mempertahankan ereksi. Beberapa gejala yang lain juga mungkin akan timbul. Berikut ini beberapa di antaranya:
Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, sebaiknya Anda segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.
Walaupun tidak ada penanganan khusus dalam mengobatin disfungsi ereksi ini, namun, bukan berarti Anda tidak bisa menyembuhkannya. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengobati kondisi disfungsai ereksi ini. Biasanya dokter akan menyesuaikan pengobatan dengan penyebab yang mendasari terjadinya disfungsi ereksi ini.
Selain dengan bantuan pengobatan dari dokter, Anda juga bisa mengatasinya dengan cara mengubah gaya hidup. Gaya hidup yang sehat seperti berhenti merokok, akan sangat membantu mencegah terjadinya disfungsi ereksi.
Berikut ini beberapa pengobatan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi:
Kemungkinan besar dokter akan memberikan Anda obat-obatan yang akan meningkatkan aliran darah ke penis. Aliran darah ke penis dapat merangsang terjadinya ereksi.
Obat-obatan yang biasanya direkomendasikan adalah sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), avanafil (Stendra), dan vardenafil (Leviyta, Staxyn). Obat-obatan tersebut akan di sesuaikan dengan kondisi pasien dengan di bawah pemantauan dokter.
Disfungsi hormon biasanya terjadi akibat rendahnya hormon testosteron di dalam tubuh. Pada kondisi ini, Anda akan mendapat suntikan hormon untuk membantu meningkatkan hormon testosteron.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kondisi psikologis dapat mempengaruhi tingkatan ereksi seseorang. Jika penyebab terjadinya disfungsi ereksi yang Anda alami adalah kondisi psikologis, maka terapi konseling ini menjadi cara tepat untuk mengatasinya.
Anda bisa lakukan konseling bersama psikolog maupun psikiater untuk mengatasi permasalahan psikologis tersebut.
Akupuntur ini menjadi terapi alternatif yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi. Terapi akupuntur ini memiliki teknik di mana jarum akan ditancapkan pada lokasi tertentu yang menjadi titik akupuntur.
Teknik ini dipercaya dapat menstimulasi saraf yang dapat membantu pelepasan neurostransmiter. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan akupuntur sebagai salah satu cara pengobatan disfungsi ereksi.
Prostatic massage merupakan metode pengobatan disfungsi ereksi dengan cara memijat jaringan di sekitar lipatan paha. Pemijatan ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah ke penis.
Biasanya terapi ini diperlukan beberapa kali dalam seminggu. Durasi dari pemijatan ini sendiri pun disesuaikan dengan gejala yang Anda rasakan.
Itulah penjelasan mengenai disfungsi ereksi hingga cara mengobatinya. Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera mengkonsultasikan hal tersebut ke dokter, baik secara online ataupun offline.
BACA JUGA: Antisipasi Hepatitis Akut, Pemkot Bandar Lampung Akan Lakukan Vaksinasi Door to Door
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 293
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 22
BERLANGGANAN BERITA