Logo Saibumi

Wabah PMK, Peternak Sapi di Bandar Lampung Berharap Solusi dari Pemerintah

Wabah PMK, Peternak Sapi di Bandar Lampung Berharap Solusi dari Pemerintah

Foto: Wabah PMK, Peternak Sapi di Bandar Lampung Berharap Solusi dari Pemerintah (Ridzuan/Saibumi.com)

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sutikno berusia 53 tahun seorang penjual sapi yang beralamat di Gang. M.Saleh, Jagabaya III, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung, mengaku khawatir terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang saat ini menjadi perbincangan hangat dalam beberapa waktu ke belakang. 

 

BACA JUGA: Soal Gratifikasi Kegiatan BIMTEK, Sekdakab Lampura dan Asisten 1, Penuhi Panggilan Kepolisian

"Iya jelas khawatir ya. Kalau wabah itu menjalar bisa kemana-mana kan ya. Iyah, kita sebagai peternak kan pasti takut kan," ungkapnya, Selasa (17/5/2022). 

 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa antisipasi yang dilakukan adalah dengan cara memberikan vitamin kepada sapi-sapinya. 

 

"Untuk sementara kita vitamin dan dibuat nyaman aja. Kalau vitaminnya kita suntikan," jelasnya. 

 

Selanjutnya, selain daripada itu dirinya juga menyebutkan sekarang lebih rutin melakuan pembersihan kandang serta memberikan pakan yang sehat secara rutin. 

 

Kemudian, Sutikno pun berharap agar pemerintah segera memberikan solusi terutama kepada para peternak seperti dirinya. 

 

"Semoga segera ditemukan solusinya dan semua sapi tetap sehat," tukasnya. 

 

Sebelumnya, sebanyak enam ekor sapi di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung positif terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

 

Kepastian enam ekor sapi itu positif PMK tertuang dalam Lampiran Hasil Pengujian No Epi.A032205001 Balai Veteriner Lampung, yang ditandatangani oleh drh Arie Khoiriyah selaku penyimpul diagnosa.

 

Mengutip berbagai sumber, Kepala Disnakeswan Provinsi Lampung Lili Mawarti menjelaskan enam ekor sapi itu saat ini sedang dalam karantina.

 

“Jadi para sapi dipisahkan dengan sapi-sapi lainnya yang masih sehat. Lalu dilakukan pengobatan,” bebernya, Senin (16/5/2022). 

 

Lebih lanjut dalam proses pengobatan, Lili menyampaikan, bahwa enam sapi tersebut diberi antibiotik dan vitamin.

 

Selanjutnya, Sebagai langkah antisipasi dan penanggulangan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 045.2/1654/V.23/2022 tentang Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku di Provinsi Lampung.

 

Kemudian, Pemprov Lampung juga sudah membentuk satgas. Diantaranya, tugas satgas antara lain melakukan pengawasan lalu lintas hewan dan produknya antarprovinsi dan kabupaten/kota.

 

“Juga tidak menerbitkan surat keterangan kesehatan hewan atau sertifikasi veteriner untuk ternak yang tidak berasal dari wilayah kerja masing-masing, terutama ternak transit yang melewati Lampung," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Winarni Berikan Sosialisasi Pencegahan Stunting Di Kecamatan Natar

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA