Logo Saibumi

Di Lampung 4 Sungai Tercemar Mikroplastik dan Zat Kimia Berbahaya, Pihak Terkait Harus Cepat Tanggap

Di Lampung 4 Sungai Tercemar Mikroplastik dan Zat Kimia Berbahaya, Pihak Terkait Harus Cepat Tanggap

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Direktur Eksekutif Ecoton Foundation, Prigi Arisandi mengatakan bahwa timnya yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan 11 titik dari empat sungai utama di Lampung tercemar Mikroplastik serta zat kimia berbahaya lainnya.

 

Hal tersebut disampaikan Prigi saat diskusi di Kantor Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, bersama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

BACA JUGA: Sindikat Joki CPNS 2021 di Lampung Berhasil Diungkap, Omset Dari 1 Perserta Capai Ratusan Juta Rupiah

 

"Kita telah melakukan penelitian di 11 titik di empat sungai, Way Seputih, Way Sekampung, Way Kuripan, dan Way Sema. Sungai di Lampung sangat memerlukan perhatian, dikarenakan mengandung berbagai macam zat yang berbahaya bagi makhluk hidup," ungkapnya, dikutip Selasa (26/4/2022).

 

Lebih lanjut prigi pun menjabarkan beberapa zat yang mencemari air sungai tersebut.

 

"Tercemar mikroplastik, tercemar klorin, fosfat, kemudian juga terkandung logam berat," jelas Prigi.

 

Atas hal ini, ia pun menyayangkan bahwa sungai strategis nasional di Provinsi Lampung yang merupakan aset nasional tersebut banyak dijadikan tempat sampah.

 

"Ini menjadi perhatian kami, seperti sungai way seputih, way sekampung dijadikan tempat sampah. Ini ada miss management pengelolaan sampah di Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Lampung," tuturnya.

 

Ia pun meminta kepada pemerintah daerah yang dalam hal ini Bupati dan Walikota untuk lebih memperhatikan pengelolaan sampah dan menyediakan fasilitas pembuangan sampah dan limbah.

 

"Kami ingin Bupati peran serta Walikota memberikan fasilitas infrastruktur pengelolaan sampah dan limbah. Sehingga warga di Lampung tidak membuang kotorannya ke sungai," tukasnya.

 

Disinggung apakah sampah-sampah dari brand mana saja yang menghiasi sungai yang ada di Lampung, Prigi Arisandi mengatakan ada berbagai macam brand yang mencemari sungai yang ada di Provinsi Lampung.

 

"Jadi, saat kita melakukan ekspedisi itu sampah-sampah kita kumpulkan dan kita pisahkan. Dari sini, kita menemukan brand, yang paling banyak seperti Wings, Indofood, Unilever, Mayora, dan Santos (Produsen kopi kapal api). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terdapat 15 hingga 80 mikroplastik yang terkadung dalam 100 liter air pada sungai tersebut," bebernya.

 

Selanjutnya Prigi juga menambahkan, bahwa ini sangat berbahaya, selain untuk manusia kemudian sumber untuk perikanan, dan juga mikroplastik di air itu dapat mengganggu sistem hormon manusia apa bila terkonsumsi.

 

"Pemerintah terus membiarkan pembuangan sampah plastik, mengandung klorin serta fosfat yang tinggi maka tinggal menunggu giliran akan meracuni masyarakat di Lampung ini," imbuhnya.

 

Lalu, Prigi menyarankan Pemerintah Lampung harus mulai membuat regulasi terkait pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, seperti di Bali, Balikpapan, Gresik dan Surabaya.

 

Sementara itu, untuk para produsen harus mendesain ulang kemasan serta menyediakan tempat pembuangan sampah bagi masyarakat.

 

"Karna sampah residu sulit didaur ulang. Untuk masyarakat juga haru mengurangi konsumsi, mengurangi sampahnya. Tugas pemerintah menyediakan fasilitas yang bisa terjangkau masyarakat," pungkas Prigi. (Riduan)

BACA JUGA: Sindikat Joki CPNS 2021 di Lampung Berhasil Diungkap, Omset Dari 1 Perserta Capai Ratusan Juta Rupiah

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA