Logo Saibumi

Marak Kasus Pembunuhan, Kenali Faktor Dorongan Agresi Pada Manusia

Marak Kasus Pembunuhan, Kenali Faktor Dorongan Agresi Pada Manusia

Foto: Manusia miliki sisi gelap. Dok Ilustrasi pembunuhan, kriminal, sadisme(Shutterstock)

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Baru-baru ini kasus pembunuhan terjadi lagi.

 

BACA JUGA: Wow, Ternyata Kulit Bawang juga punya Manfaat, Jangan Dibuang

Bahkan kasus pembunuhan masuk wilayah desa, kali ini dipicu oleh keluar kendali manusia lantaran dibumbui emosi tinggi. Lalu sebenarnya bagaimana penjelasannya?

 

Ternyata pembunuhan pernah dikisahkan anak-anak Nabi Adam, Habil dan Qobil. Pakar Kriminolog Universitas Udayana, DR. Gde Made Swardana SH., MH menjelaskan manusia memiliki konflik sosio-emosional yang belum terselesaikan tentu sangat membahayakan jika tidak ada pengarahan yang benar.

 

“Pembunuhan akan terus terjadi dan bisa dialami siapa saja. Selama masih ada konflik sosio-emosional yang belum terselesaikan antara individu satu dengan lainnya antara sekelompok orang kepada kelompok lainnya, pembunuhan tetap saja ada,” ujar DR. Gde Made Swardana SH., MH kriminolog Universitas Udayana, dalam tulisan persnya.

 

Menurutnya, pembunuhan bisa dilakukan siapa saja, anak-anak, remaja atau orang dewasa. Motif pembunuhan pun bermacam-macam. Diantaranya, reaksi terhadap kekerasan yang dialami sehingga muncul keinginan untuk menyelamatkan diri.

 

Dikutip dari Jawapos manusia ada yang merasa sakit dan tidak dapat melarikan diri dari tempat kejadian, akibatnya hampir selalu menyerang. Motif lain, balas dendam dan sakit hati.

 

“Karena meniadakan terjadinya pembunuhan sulit dilakukan, setidaknya pembunuhan bisa dikurangi, dicegah atau dihindari, caranya kenali faktor-faktor munculnya dorongan agresi pada manusia,” terang Swardana.

 

Faktor adanya konflik sosio emosional, adanya rasa kecewa sakit hati, dendam dilampiaskan dengan cara membunuh. Rendahnya toleransi dalam mengatasi kekecewaan dann kemarahan akibat konflik seringkali mendorong munculnya agresifitas yang tidak dapat dikendalikan.

 

Faktor lainnya adalah pola asuh yang tidak baik dalam menyelesaikan konflik pada anak. Ada lagi, faktor pemberitaan media massa yang menyiarkan reka ulang kasus kejahatan. Apalagi bila korban ditampilkan secara terang dan nyata.

 

“Kemampuan komunikasi menyelesaikan konflik turut menjadi faktor terjadinya kekerasan, dan terakhir tidak memiliki nilai spiritual yang baik,” imbuhnya.

BACA JUGA: Klinik Pratama Saibumi, Selalu Ada Untuk Kesehatan Anda



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong