Logo Saibumi

Audiensi Pedagang Pasar SMEP Dengan Walikota Berlangsung Ricuh

Audiensi Pedagang Pasar SMEP Dengan Walikota Berlangsung  Ricuh

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Puluhan pedagang  pasar SMEP ricuh saat melakukan audiensi bersama walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Jumat, 22 Oktober 2021.

 

BACA JUGA: Puluhan Pedagang Pasar SMEP Lakukan Aksi di Pemkot

Berdasarkan pantauan Saibumi.com aksi pedagang tersebut sempat ricuh antara petugas keamanan dengan pedagang pasar SMEP.

 

Hal itu disebabkan para pedagang diminta untuk tes antigen. Namun hal itu ditolak karena prosedurnya dinilai cukup lama dan suasana menjadi ricuh.

 

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana langsung meminta pedagang masuk. Namun setelah masuk, mereka masih berteriak-teriak dan terjadilah aksi saling dorong mendorong dengan petugas keamanan.

 

Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengatakan bahwa kejadian ini adalah mis komunikasi.

Ia berjanji akan mendengarkan dan menerima keluhan para pedagang.

 

"Bunda mempersilahkan siapa saja yang ingin bersilaturahmi, bunda tidak menyalahkan siapa-siapa, atas nama pemerintah kota Bandar Lampung meminta maaf," katanya.

 

Eva menambahkan, bahwa surat sudah sampai ke dinas dan kemungkinan belum terisolir.

 

"Kita tidak menyalahi dari paguyuban karena biasanya paguyuban yang ada di pasar SMEP ini solid dan kompak, mungkin hanya belum terdata saja," katanya.

 

Sebelumnya puluhan pedagang mengeluhkan pembagian lapak di Pasar SMEP yang tidak merata, dimana pedagang lama banyak yang tidak mendapatkan lapak. Maka dari itu, pedagang meminta untuk mendata ulang agar pedagang lama diprioritaskan. (Sinta)

BACA JUGA: SMSI Lampung Mengapresiasi Kinerja Humas Polda Lampung



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong