Logo Saibumi

Peristiwa 14 Oktober: Kelahiran Polisi Paling Jujur Sampai Perang Saudara

Peristiwa 14 Oktober: Kelahiran Polisi Paling Jujur Sampai Perang Saudara

Saibumi.com (SMSI) – Pada tanggal 14 Oktober ada beberapa kejadian penting yang bisa menambah wawasan mulai dari kelahiran polisi dampai perang saudara.

Beberapa peristiwa dan catatan sejarah penting terjadi baik dalam maupun luar negeri yang terjadi pada tanggal 14 Oktober tiap tahunnya.

BACA JUGA: Memprihatin, Bangunan Sekolah SDN 1 Penumangan Nyaris Roboh

Berikut adalah rangkuman vsejumlah peristiwa dan kejadian penting di tanggal 14 Oktober, antara lain:

 

  1. Kelahiran mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso

Hoegeng adalah salah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5 yang bertugas dari tahun 1968 - 1971.

Ia juga merupakan salah satu penandatangan Petisi 50. Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Bahayangkara di Mamuju dengan nama Rumah Sakit Bhayangkara Hoegeng Imam Santoso.

Jenderal Polisi (Purn) Hoegeng Imam Santoso lahir 14 Oktober 1921 dan meninggal pada 14 Juli 2004.

 

  1. Hosni Mubarak dilantik jadi Presiden Mesir

Mubarak ditunjuk sebagai wakil presiden pada tahun 1975 setelah pangkatnya naik di jajaran Angkatan Udara Mesir. Kemudian, ia menjadi presiden untuk menggantikan Presiden Anwar Sadat yang terbunuh pada 6 Oktober 1981 oleh kelompok radikal.

Ia merupakan Presiden Mesir keempat untuk masa jabatan lebih dari 15 tahun sejak menjabat pada tahun 1981. Sebagai Presiden Mesir, ia dianggap sebagai pemimpin yang paling berkuasa di wilayahnya. Ia mengundurkan diri pada 11 Februari 2011 menyusul demonstrasi besar-besaran selama 18 hari pada tahun 2011. Pada tanggal 2 Juni 2012, ia divonis pengadilan dengan hukuman penjara seumur hidup.

Muhammad Hosni Said Mubarak adalah mantan Presiden Mesir. Ia menjabat pada periode 14 Oktober 1981-11 Februari 2011.

 

  1. Kelahiran KS Tubun

Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit (KS) Tubun adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang merupakan salah seorang korban Gerakan 30 September pada tahun 1965. Ia adalah pengawal dari J. Leimena.

KS Tubun dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Karena merupakan salah satu korban Gerakan 30 September, beliau diangkat menjadi seorang Pahlawan Revolusi.

Ia  lahir 14 Oktober 1928 dan meninggal dunia pada 1 Oktober 1965.

 

  1. Perang saudara Cina

Pada 14 Oktober tahun 1949 terjadi perang saudara Cina, dimana pasukan Komunis Cina menduduki kota Guangzhou (Kanton), di Guangdong, Cina.

Perang Saudara adalah perang sipil di Tiongkok dengan pertempuran antara pasukan yang loyal kepada pemerintah Republik Tiongkok pimpinan Kuomintang (KMT), dan pasukan yang loyal kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Perang ini dimulai pada bulan Agustus 1927, bersamaan dengan Ekspedisi Utara Chiang Kai-Shek, dan secara esensial berakhir ketika pertempuran aktif utama berhenti pada tahun 1950.

Konflik ini pada akhirnya menghasilkan dua negara de facto, Republik Tiongkok di Taiwan dan Republik Rakyat Tiongkok di Tiongkok daratan, masing-masing secara resmi mengklaim sebagai pemerintahan Tiongkok yang sah. (*)

 

BACA JUGA: Sultan HB X Usulkan 1 Maret Sebagai Hari Besar Nasional



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong