Logo Saibumi

Unik! Kampung Pitu, Satu Kampung Hanya Dihuni 7 Kepala Keluarga

Unik! Kampung Pitu, Satu Kampung Hanya Dihuni 7 Kepala Keluarga

Saibumi.com (SMSI), Gunungkidul - Sekilas kampung di Kalurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tepatnya di Dusun Nglanggeran Wetan RT 04/RW 19, itu tidak seperti kampung pada umumnya.

 

BACA JUGA: Masa Pandemi, Jumlah Pengunjung Wisata Menurun Hingga 30 persen

Untuk mencapai ke sana, ada beberapa bagian jalan yang belum teraspal dengan halus sehingga saat dilewati pun bergeronjal. Jika kamu tidak terbiasa dengan medan menanjak dan jalan kasar, harus ekstra waspada dan hati-hati, nih.

 

 

Walau begitu, ini sepadan dengan pemandangan yang menyegarkan dan memanjakan mata dari atas. Saat matahari terbit maupun terbenam, bisa disaksikan keindahan dari pegunungan. Apalagi sejak adanya danau buatan yang lokasinya gak jauh dari Kampung Pitu, lengkap sudah kecantikannya. Cocok jadi tempat ‘pelarian’ dari hiruk pikuk kota.

 

Namun, siapa sangka ada kepercayaan unik yang dipegang erat oleh masyarakat kampung di sekitar puncak Gunung Api Purba tersebut. Sejak dahulu, kampung itu hanya ditinggali oleh tujuh keluarga.

 

Tak heran kampung itu pun dikenal dengan nama Kampung Pitu. Dalam bahasa Indonesia, pitu artinya tujuh.

 

Asal-Usul Kampung Pitu

 

 

Asal-usul berdirinya Kampung Pitu, dari kisah telaga dan kuda sembrani. Menurut salah satu sesepuh adat Kampung Pitu Yatnorejo, keberadaan Kampung Pitu berawal dari Telaga Guyangan yang tak jauh dari rumahnya.

 

Konon, area yang kini merupakan persawahan dengan mata air itu adalah sebuah telaga. Telaga tersebut pernah digunakan untuk mencuci kuda semberani.

 

Cerita itu dipercaya secara turun-temurun. Bahkan warga meyakini, sisa tapak kaki kuda sembrani masih ada hingga saat ini. Di sekitar Telaga Guyangan, sempat diadakan sayembara Keraton.

 

Sayembara itu berbunyi akan memberikan hadiah tanah bagi siapa pun yang mampu menjaga pohon pusaka bernama Kinah Gadung Wulung.

 

Ternyata hanya dua orang yakni kakak beradik Iro Dikromo dan Tirtosari yang bisa menjaganya. Mereka dan anak cucunya diperkenankan tinggal di tempat itu. (tuti)

BACA JUGA: 7 Objek Wisata di DIY Uji Coba Buka, Anak Usia Dibawah 12 Tahun Dilarang Masuk

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong