Logo Saibumi

Komnas PA: Laporan Terkait Perlindungan Anak di Bandarlampung Meningkat Dibanding 2020

Komnas PA: Laporan Terkait Perlindungan Anak di Bandarlampung Meningkat Dibanding 2020

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Bandar Lampung mencatat sampai dengan bulan September 2021 sudah ada 20 laporan terkait perlindungan anak di Kota Bandar Lampung.

 

BACA JUGA: Jutaan Batang Rokok Ilegal Berhasil Digagalkan Bea Cukai Lampung 

Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Ahmad Apriliandi Passa mengatakan, dari 20 laporan tersebut 8 diantaranya terkait kekerasan/kejahatan seksual.

 

"Sampai dengan hari ini, 8 laporan terkait kekerasan/kejahatan seksual pada anak dari 20 laporan terkait perlindungan anak," ungkap Apriliandi saat dikonfirmasi saibumi.com, Senin (13/9/2021).

 

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa di tahun 2021 ini kasus terkait perlindungan anak dipastikan meningkat dari tahun 2020.

 

"Tahun ini di Kota Bandarlampung sampai september ini sudah menyamai kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2020. Padahal tahun ini masih ada 3 bulan lagi, kemungkinan angka kekerasan pada anak ditahun ini semakin meningkatkan di banding tahun lalu," jelasnya.

 

Selain kekerasan seksual pada anak, Komnas PA juga terima laporan terkait perlindungan anak lainnya seperti pengaduan PPDB Online, lalu sengketa anak karena perceraian dan permohonan advokasi anak ABH.

 

Apriliandi juga menjelaskan terkait hal ini pihaknya telah berupaya melakukan berbagai pendampingan. Seperti untuk tiga kasus pelecehan seksual pada anak sudah selesai persidangan dan telah dilakukan pendampingan oleh tim advokasi.

 

"Di samping pemulihan trauma healing para korban, kami juga tetap melakukan pemantauan agar dapat dilihat perkembangan terhadap dampak kejahatan seksual yang mereka alami," tambahnya.

 

Sementara yang kasus lainnya masih dalam proses hukum pihak berwajib dengan masih pengumpulan alat bukti yang valid.

 

"Tapi ada satu kasus kejahatan seksual (sodomi) lainnya atas permintaan orang tua korban untuk tidak di ekspos dan di proses lebih lanjut, karena mereka memfokuskan pemulihan dan terapi psikis korban," lanjutnya.

 

Selain itu Apriliandi juga menyampaikan bahwa pada Rabu 15 September 2021 pihaknya bersama dengan Pemkot dan para penggiat perlindungan anak akan menggelar pertemuan terkait pelatihan.

 

"Besok kami bersama pemerintah Kota Bandarlampung dan penggiat perlindungan anak juga akan diberikan pelatihan sistem pendataan kasus KtpA (Simfoni PPA) agar data2 dari masing2 institusi yang berbeda-beda dapat terintegrasi," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: PT KAI Divre IV Tanjungkarang Siapkan 10 Vaksinasi Bagi 10 Calon Penumpang KA Rajabasa dan Kuala Stabas



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong