Saibumi.com (SMSI), Lampung Barat - Pilu, salah satu anggota paskibra tingkat Perovinsi, yang berasal dari SMAN 1 Liwa tanpa perhatian dari sekolah tempatnya menuntut ilmu.
Saat berangkat terakhirpun tanpa pendampingan sama sekali dari Kepala Sekolah dan dewan gurunya, walaupun hanya sekedar mengiringinya hingga depan gerbang sekolah.
Cirta Ayu Septiani, merupakan siswi kelas XII, anak Ke-2 pasangan dari Khoirul Umum dan Erna Utami ini, salah satu dari tiga siswa yang menjadi utusan dari Lampung Barat, untuk menjadi anggota paskibra.
Kronologis cerita:
1. Citra izin dengan kedua orang tuanya untuk menjadi salah satu peserta kurikulum sekolahnya di bidang pramuka, hingga akhirnya terseleksi menjadi utusan paskib tingkat Kabupaten nasib masih berpihak hingga akhirnya citra mendapat amanah menjadi perwakilan tingkat Provinsi.
2. Ada seleksi tingkat provinsi Citra diantar pihak Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Lambar, namun usai seleksi Citra kembali ke Lambar, namun setelah dinyatakan lolos dan akan dilakukan karantina, Citra tidak lagi di antar baik oleh pihak sekolah dan dinas, pihak sekolah hanya memberi pesangon Rp300 ribu.
3. Saat keberangkatan terakhir Citra diminta berangkat dari sekolah, selama dia disekolah tidak ada satupun dewan guru dan kepasek yang mendampingi, hingga hanya menggunakan mobil pribadi di antar oleh orang tua, tanpa ada pendampingan dari pihak sekolah dan Dispora.
"Saat berangkat dan pulang ya saya pribadi yang ngantar dan jemput, tidak sama sekali ada pendampingan baik dari sekolah maupun dari pemkab. Ini sangat memilukan, sementara dua siswa utusan dari MAN 1 Liwa, didampingi oleh Kepala Sekolahnya. Belum lagi saat kami berada di Bandar Lampung, dari kabupaten lain malah ada pendampingan dari pihak sekolah dan Dinas terkait," ujar Ayah Citra, Khoirul Umum.
4. Ternyata saat citra melengkapi berkas di sekolah, pihak sekolah seolah tidak senang dengan keberangakatannya, bahkan sempat dihardik karena dianggap tidak sopan.
"Pas mau berangkat anak saya mengurus surat-menyurat dari sekolah, namun saat itu anak saya nemui waka kesiswaan Agus, dan anak saya sempat di hardik karena izin mau fotocopy, jadi terlihat jika pihak sekolah tidak senang," jelas dia.
Sementara Citra saat di tanya para awak media di kediamannya, di Pekon Gunung Sugih Kecamatan Balikbukit, mengaku sedih ketika tidak adanya pendampingan sama sekali dan hanya di antar dan dijemput orang tua, bahkan Citra sempat menangis
Citra mendapat amanah masuk dalam Pasukan 8, penurunan bendera sangsaka merah putih, yang di karantina di Hotel Kunia II Bandar Lampung. (Edi)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 296
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 40
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 32
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
BERLANGGANAN BERITA