Logo Saibumi

Gunung Merapi Terus Alami Peningkatan Aktivitas, Pagi Ini Terjadi 81 Kali Gempa

Gunung Merapi Terus Alami Peningkatan Aktivitas, Pagi Ini Terjadi 81 Kali Gempa

Ilustrasi

Saibumi.com (SMSI), Yogyakarta - Gunung Merapi (2.968 mdpl) hingga saat ini masih terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Seperti kegempaan yang terpantau hingga pagi ini, Kamis (19/8/21).

 

BACA JUGA: Alasan Youtuber Asal Indonesia Gita Savitri Memilih Childfree, Psikolog Angkat Bicara

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menyampaikan pada periode pengamatan pagi ini, Kamis (19/8/21) mengatakan pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi teramati hanya menunjukkan aktivitas kegempaan, yakni gempa guguran sebanyak 81 kali guguran dengan aplitudo 3-21 mm dan durasi 18-134 detik.

 

Sementara gempa hembusan sebanyak 3 kali, dengan amplitudo 4-5 mm dan berdurasi 15-24 detik.

 

"Gunung kabut 0-I, kabut 0-II, kabut 0-III . Asap kawah tidak teramati. Guguran amplitudo 3-21 mm, durasi 18-134 detik," katanya dalam keterangan resminya.

 

Pada periode ini, cuaca di gunung Merapi berawan dan mendung. Angin bertiup lemah hingga ke arah tenggara.
Suhu udara 14-19°C, kelembaban udara 69-79 persen, dan tekanan udara 835-917 mmHg.

 

Hanik menyampaikan, Gunung Merapi sampai saat ini masih berstatus siaga (level III). Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.

 

"Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," ungkap Hanik.

 

Ia menambahkan, penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam kawasan rawan bencana (KRB) III direkomendasikan untuk dihentikan. Selain itu, pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.

 

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," jelasnya.(Tuti)

BACA JUGA: Pendaftar Prakerja yang sudah Memiliki Akun, Digelombang 18 harus Verifikasi Ulang, ini yang Disiapkan!

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA