Logo Saibumi

Waspada! Virus Marburg Mematikan dan Mudah Menular, Inilah Cara Tuhan Menegur MakhlukNya

Waspada! Virus Marburg Mematikan dan Mudah Menular, Inilah Cara Tuhan Menegur MakhlukNya

Fiti: Ilustrasi

Saibumi.com (SMSI), Jakarta - Akhir-akhir ini wabah pandemi masih jadi perbincangan hangat, keberadaannya pun masih jadi sorotan dunia. Tegurankah? atau memang manusia mawas diri bahwa ini merupakan bencana yang tanpa kita sadari dan tuhan menghendaki untuk terjadi.

 

WHO menuturkan virus Marburg berasal dari famili sama dengan virus Ebola, yang sempat mewabah di seluruh Afrika, mulai dari Angola hingga Afrika Selatan. Virus tersebut memiliki tingkat kematian mencapai 88 persen. Namun, WHO menyatakan angka kematian itu bervariasi, bergantung dari jenis dan bagaimana kasus Marburg dikelola.

BACA JUGA: Inilah 5 Manfaat Buah Delima Bagi Anak yang Wajib Bunda Ketahui

Menurut WHO, penyakit virus Marburg (MVD), sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Marburg, adalah penyakit parah yang seringkali berakibat fatal pada manusia. Rata-rata tingkat kematian kasus MVD adalah sekitar 50 persen. Tingkat kematian kasus bervariasi dari 24 persen hingga 88 persen pada wabah sebelumnya tergantung pada jenis virus dan manajemen kasus.

Dari data yang dihimpun Saibumi.com salah satu Juru bicara WHO, Fadela Chaib, mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan tim ke Guinea, Afrika Barat, guna melacak orang-orang yang menjalin kontak erat dengan pasien virus Marburg. Chaib mengatakan bahwa pasien tersebut sempat mengunjungi fasilitas kesehatan sebelum meninggal dunia



"Setidaknya empat orang yang kontak dengannya tidak menunjukkan gejala. Jadi mereka tidak menunjukkan gejala penyakit," kata Chaib pada Rabu (11/8)

 

Di Afrika, wabah virus Marburg sebelumnya dan kasus sporadis telah dilaporkan di Angola, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Afrika Selatan dan Uganda, kata WHO. Wabah Marburg pertama kali terjadi di Jerman pada tahun 1967, yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia akibat infeksi virus ini.  Virus Marburg telah menewaskan lebih dari 200 orang di Angola pada tahun 2005, wabah paling mematikan dalam catatan menurut WHO.

Sejumlah gejala dari virus Marburg yang kerap dialami penderita yakni demam tinggi dan nyeri otot. Beberapa pasien bahkan mengalami pendarahan di hidung, mata, dan telinga.


Hingga kini, belum ada obat atau vaksin virus Marburg yang mendapat lisensi WHO. Sejauh ini, perawatan medis dan rehidrasi dilakukan untuk meningkatkan peluang pasien Marburg bertahan hidup.

BACA JUGA: Inilah 5 Manfaat Buah Delima Bagi Anak yang Wajib Bunda Ketahui

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA