Logo Saibumi

Perpanjangan PPKM Kenapa Harus Sampai Level 3 Dan 4, Begini Penjelasannya

Perpanjangan PPKM Kenapa Harus Sampai Level 3 Dan 4, Begini Penjelasannya

Ilustrasi: Perpanjangan PPKM Kenapa Harus Sampai Level 3 Dan 4, Begini Ulasannya

Saibumi.com (SMSI), Bandarlampung – Mungkin sebagian orang masih bingung mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3-4 di pulau Jawa - Bali hingga 2 Agustus 2021. Selasa, (27/07/2021)

 

BACA JUGA: Rapat Bersama Gubernur Lampung, Nanang Sampaikan Teknis Penanganan Covid-19 di Lampung Selatan

Menurut penjelasan tersebut keputusan ini merupakan instruksi Gubernur Nomor 11 Tahun 2021 yang berlaku mulai tanggal 26 Juli 2021. Lantas, mengapa jokowi harus memperpanjang PPKM dan  apa saja perbedaan antara PPKM level 3 dan level 4?

 

Menurut pantauan Saibumi.com Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan level tersebut diambil berdasarkan ketentuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). terdapat dua level status daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.


"Berdasarkan guidelines WHO yang baru, level dari krisisnya daerah dilihat dari dua faktor besar, satu laju penularan yang kedua daya respons atau kesiapan kota, kabupaten untuk respons," kata Budi melalui siaran langsung Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7).

 

Joko Widodo juga menyampaikan bahwa selama 23 hari melaksanakan PPKM baik darurat maupun level 4, pemerintah telah melihat adanya tren perbaikan dalam pengendalian pada laju Covid-19. 

 

Dia juga menuturkan, laju kasus harian, tingkat keterisian rumah sakit hingga kasus positif menunjukan tren penurunan seperti yang terjadi di sejumlah provinsi di Jawa. 



“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan aspek ekonomi dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021,” katanya melalui keterangan video, Minggu (25/7/2021). 

Untuk diketahui, ada total empat level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator yang ditetapkan WHO.



Level 1 artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2 artinya ada 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5-10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1-2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.



Level 3 artinya ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.



Yang terakhir, level 4 artinya ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

 

Adapun aturan dan ketentuan PPKM level 3 dan 4 dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 24/2021 yang diteken Menteri Dalam Negara Muhammad Tito Karnavian.

BACA JUGA: Tanggapi Kelangkaan Oksigen, Pemprov Minta Distributor Fokus Tangani Pasokan Oksigen Medis



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong