Logo Saibumi

Apa Yang Terjadi Ketika Kamu Terlalu Sering Memakan Mie Instan?

Apa Yang Terjadi Ketika Kamu Terlalu Sering Memakan Mie Instan?

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung – Mi instan menjadi salah satu menu makanan yang dipilih karena kepraktisannya. Selain itu, rasa yang ditawarkan pun sangat bervariasi, dengan bumbu yang beragam dan menggiurkan di lidah. Hanya dengan merebus dan menambahkan air panas sebagai kuah, kamu sudah terbebas dari rasa lapar.

Eittzzz, tunggu dulu sudah banyak ahli gizi yang mengatakan keseringan makan mie instan dapat merusak kesehatan, salah satunya memicu kanker atau radang usus buntu. Benarkah hal yang demikian ini?


Menurut FDA, pengawet utama yang ada pada mi instan adalah tersier butil hidrokuinon (TBHQ) yang bisa menyebabkan sakit, melemahnya organ jika dimakan secara rutin, dan berisiko tumor hingga kanker. Pengawet TBHQ juga banyak digunakan dalam parfum. Selain itu, ada juga propylene glycol yang digunakan dalam mi instan, yang berguna mempertahankan tekstur saat dimasak dalam air panas. Produk ini juga sering digunakan dalam tembakau atau rokok. Pada sebagian besar mi instan juga ditemukan bisphenol A (BPA) yang akan ikut masuk ke tubuh saat tercampur dengan air panas.

BACA JUGA: Penyebab Asam Lambung Naik, Jangan Disepelekan

Apabila di makan secara rutin dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan resiko tumor dan kanker. TBHQ juga mengandung monosodium glutamat, yang ada kaitannya dengan obsesitas, berbagai keruskan otak dan disfungsi, dan berpotensi memicu peradangan kronis.

Ahli gastroenterologi Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston Amerika Serikat (AS), Braden Kuo, juga menjelaskan hasil yang mengejutkan saat mi instan dicerda dalam lambung. Ia memanfaatkan pil kamera pada subjek yang diminta mengonsumsi mi instan dan mi ramen yang dibuat langsung setiap hari.

Mengutip News18 18/6/20, penelitian yang dilakukan Kuo menyimpulkan lebih banyak hal buruk yang terjadi saat tubuh sering mengkonsumsi mi instan.

Saat subjek mengkonsumsi ramen, yang dibuat langsung dan fresh dicerna tubuh 1 hingga 2 jam setelah dikonsumsi. Sedangkan mi instan ternyata tidak langsung tercerna, bahkan masih utuh di perut meski beberapa jam usai dikonsumsi.

Bahkan yang lebih mengejutkan adalah pencernaan di perut berusaha membolak-balikkan mi instan untuk dicerna. Ini karena adanya pengawet pada mi instan yang membuatnya sulit tercerna.

Pada sebagian besar mi instan juga ditemukan bisphenol A (BPA) yang akan ikut masuk ke tubuh saat tercampur dengan air panas. BPA inilah yang bisa menghancurkan metabolisme tubuh. Terlepas dari bahan pengawet sintetis di atas, mi instan juga mengandung sodium, minyak sawit, dan MSG yang masing-masing memiliki efek samping terhadap kesehatan.

Jadi sebaiknya, tetap jaga asupan makanan yang kita konsumsi terlepas dari risiko kesehatan akibat mengonsumsinya setelah berlebihan, mie instan merupakan makanan yang relatif aman untuk dikonsumsi selama dalam batas wajar.

BACA JUGA: Penyebab Asam Lambung Naik, Jangan Disepelekan

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA