Logo Saibumi

Oknum ASN Bandarlampung Jalani Persidangan Terkait Kasus Penipuan

Oknum ASN Bandarlampung Jalani Persidangan Terkait Kasus Penipuan

Saibumi.com (SMSI), Bandarlampung - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Nona Lestari (36) melakukan persidangan mengenai penipuan bermodus kenaikan jabatan eselon.

 

BACA JUGA: COVID-19 di Lampung Terus Bertambah, Jumlahnya Capai 1.127 Kasus

Kejadian ini bermula saat terdakwa pada Selasa, 16 Februari 2021 lalu menghubungi saksi Yusuf Eddy Triyanto yang juga sebagai ASN di kantor yang sama mengatakan dapat membantu Yusuf mengurus jabatan esalon IV di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Terdakwa juga menyebutkan bahwa dirinya telah menemui atasannya dan bisa mengurus namun saksi harus mengirim uang sebesar Rp60 juta ke rekening BCA milik terdakwa.

 

"Terdakwa juga minta mengirim foto copy Surat Keputusan (SK) melalui pesan WhatsApp-nya," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Supriyanti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kelas I Tanjungkarang. Dikutip dari ANTARA.

 

Pada hari berikutnya, saksi mengusahakan uang yang diminta terdakwa dan segera mengirim ke rekening terdakwa lalu terdakwa mengajak bertemu Yusuf di Kedai Kopi Kece dan menanyakan apakah ada orang lain yang ingin naik jabatan Esselon IV di sore harinya.

 

 

Selain itu, terdakwa memberikan tawaran kepada saksi untuk memilih jabatan eselon III, tetapi saksi mengatakan untuk eselon IV saja. Pada malam harinya terdakwa kembali menghubungi Yusuf dan menyebutkan bahwa atasannya menginginkan Yusuf untuk mengambil eselon III serta menambah uang menjadi Rp80 juta.

 

"Karena Yusuf percaya, ia keesokan harinya menggadaikan mobilnya, kemudian segera mengirim uang tersebut ke terdakwa. Terdakwa juga mengatakan kepada Yusuf bahwa ia akan dilantik pada 26 Februari 2021," lanjutnya.

Pada 26 Maret 2021 Yusuf menanyakan kepada terdakwa tentang pelantikan yang dijanjikan dan terdakwa hanya menjawab bahwa pelantikan akan dilakukan secepatnya. Akhirnya karena tak kunjung dilantik, Yusuf melaporkan kejadian ini ke polisi.

 

 

"Akibat perbuatannya, Yusuf mengalami kerugian ratusan juta rupiah dan terdakwa diancam dengan Pasal 372," jelasnya Jaksa. (SB.06)

BACA JUGA: Indeks Perilaku Anti Korupsi (IPAK) Indonesia 2021 Meningkat Dibandingkan IPAK 2020



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong