Foto Dok.Saibumi.com| foto ilustrasi
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di Provinsi Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peringatan tersebut menyusul terdeteksinya 11 titik panas (hotspot) yang tersebar di enam kabupaten berdasarkan hasil pemantauan satelit.
Data terbaru BMKG hingga Kamis, 30 Juli 2026 pukul 08.30 WIB menunjukkan titik panas tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Mesuji, Pesisir Barat, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan Way Kanan.
Berdasarkan peta sebaran titik panas yang dirilis Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung, seluruh titik panas yang terpantau memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) sebesar 8.
Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni tiga titik yang berada di Kecamatan Dente Teladas dan Kecamatan Gedung Meneng.
Selanjutnya, Kabupaten Pesisir Barat juga terpantau memiliki tiga titik panas yang seluruhnya berada di Kecamatan Pesisir Utara. Sementara Kabupaten Lampung Tengah memiliki dua titik panas di Kecamatan Bandar Mataram.
Adapun satu titik panas masing-masing terdeteksi di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta Kecamatan Negeri Besar, Kabupaten Way Kanan.
BMKG mencatat sebagian besar titik panas tersebut terdeteksi pada Rabu, 29 Juli 2026, sekitar pukul 13.40 WIB hingga 13.59 WIB melalui satelit SNPP dan NOAA-20. Sementara satu titik panas di Kecamatan Negeri Besar, Way Kanan, terpantau lebih awal pada pukul 01.21 WIB oleh satelit NOAA-20.
BMKG menjelaskan, keberadaan titik panas tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan. Informasi hotspot merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan oleh instansi terkait.
Verifikasi tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya titik panas sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran apabila memang ditemukan adanya aktivitas pembakaran.
Seiring memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas. Kondisi cuaca yang cenderung kering dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran hutan maupun lahan.
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 639
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 289
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 263
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 232
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 195
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 183
BERLANGGANAN BERITA