Logo Saibumi

Perkuat Upaya Cegah Malagizi, Lampung Kembali Jadi Lokasi Program JAPFA for Kids

Perkuat Upaya Cegah Malagizi, Lampung Kembali Jadi Lokasi Program JAPFA for Kids

Foto Dok.Saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), kembali menjadikan Provinsi Lampung sebagai bagian dari pelaksanaan program JAPFA for Kids pada 2026. 

 

JAPFA memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak, demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.

BACA JUGA: PB IPSI Kembali Panggil Dua Pesilat Lampung ke Pelatnas, Bidik Kejuaraan SEA Games 2027

 

Komitmen tersebut disampaikan dalam Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 yang digelar di Lampung, Kamis (30/7/2026).

 

Tahun ini, pelaksanaan JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru melalui berbagai kegiatan edukasi gizi, pembiasaan hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan tenaga pendidik.

 

AKJJ 2026 yang kembali diselenggarakan untuk ketiga kalinya mengusung tema "18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan." 

 

Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan program selama hampir dua dekade dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia sekaligus mengajak insan media menyebarluaskan informasi berbasis data dan fakta di lapangan.

 

Head of Unit RPA Lampung JAPFA, Muzammil, mengatakan Lampung merupakan salah satu provinsi pertama yang menjadi wilayah implementasi JAPFA for Kids sejak 2008.

 

"Sejak pertama kali dijalankan pada tahun 2008, JAPFA for Kids telah menjadikan Provinsi Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Komitmen tersebut terus kami lanjutkan di berbagai kabupaten hingga kembali hadir di Lampung pada tahun ini dengan jangkauan yang lebih luas," ujar Muzammil, Kamis (30/7/2026).

 

Ia berharap semakin banyak anak memperoleh manfaat dari program tersebut sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.

 

Provinsi Lampung telah menjadi bagian dari perjalanan panjang JAPFA for Kids sejak pertama kali dilaksanakan pada 2008. Program diawali di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Timur dengan menjangkau enam sekolah dan 1.632 siswa.

 

Selanjutnya, program diperluas ke Lampung Selatan pada 2010, Tanggamus dan Pringsewu pada 2012, Pesawaran pada 2013, kembali ke Lampung Timur pada 2015, Lampung Tengah pada 2016, serta Lampung Selatan pada 2019.

 

Dengan pelaksanaan tahun ini, JAPFA for Kids telah menjangkau 69 sekolah dan lebih dari 13.400 siswa di Provinsi Lampung.

 

Berbagai kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi empat pilar gizi seimbang, Hari Sehat JAPFA, edukasi konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, hingga pendampingan kepada sekolah untuk membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.

 

JAPFA menilai persoalan gizi anak masih menjadi tantangan di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).

 

Sementara itu, hasil pemantauan JAPFA di tujuh lokasi pelaksanaan program sepanjang 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami kondisi gizi kurang maupun gizi buruk.

 

Hingga 2026, JAPFA for Kids telah menjangkau 217.706 siswa, 14.713 guru, dan 1.308 sekolah di 106 kabupaten/kota pada 28 provinsi di Indonesia.

 

Program tersebut juga menunjukkan dampak terhadap peningkatan status gizi siswa. Pada 2024, sebanyak 762 dari 1.479 siswa yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk berhasil meningkat menjadi gizi baik atau sekitar 51,5 persen. 

 

Sedangkan pada 2025, sebanyak 646 dari 1.034 siswa mengalami peningkatan status gizi menjadi baik atau 62,5 persen.

 

Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan program dijalankan dengan pendekatan terintegrasi.

 

"Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA," katanya.

 

Selain itu, program juga dilengkapi edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala untuk memastikan dampak program dapat terukur secara konsisten.

 

Melalui AKJJ 2026, JAPFA ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama media, dalam meningkatkan edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

 

Kompetisi karya jurnalistik tersebut menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional, yakni jurnalis senior sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir, fotografer jurnalistik senior Beawiharta, serta pakar gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H.

 

Retno berharap semakin banyak karya jurnalistik yang mampu mengangkat data, fakta, dan praktik baik dari lapangan sehingga dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

 

"Kami percaya kolaborasi yang kuat antara dunia usaha, media, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan keluarga akan menjadi fondasi dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas," tutupnya.

 

 

BACA JUGA: PB IPSI Kembali Panggil Dua Pesilat Lampung ke Pelatnas, Bidik Kejuaraan SEA Games 2027

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA