Saibumi.com(SMSI) Lampung – Memulai aktivitas di pagi hari sering kali membuat pengendara motor terburu-buru, termasuk dalam memperlakukan kendaraan kesayangan mereka. Salah satu kebiasaan yang kerap dianggap sepele namun berdampak besar adalah langsung menekan tombol starter sesaat setelah kunci kontak diputar ke posisi ON, tanpa menunggu lampu indikator injeksi (MIL) mati terlebih dahulu.
Astra Motor Natar, selaku dealer resmi sepeda motor Honda di Lampung, memberikan edukasi penting mengenai kebiasaan ini. Menunggu beberapa detik hingga lampu indikator mati bukan sekadar ritual, melainkan proses krusial bagi kesehatan sistem elektronik motor injeksi modern.
Kepala Cabang Astra Motor Natar, Ardhiansyah Yoga, menjelaskan bahwa saat kunci kontak diputar ke posisi ON, komputer kecil pada motor yang disebut ECU (Engine Control Unit) sedang melakukan pemindaian atau self-check terhadap seluruh sensor di dalam mesin.
"Saat lampu indikator injeksi (MIL) berwarna jingga di panel instrumen menyala, pompa bahan bakar (fuel pump) sedang bekerja menyedot bensin untuk membangun tekanan ideal di dalam sistem injeksi. Jika mesin langsung dinyalakan sebelum lampu tersebut mati, proses pembacaan sensor menjadi tidak optimal," ujar Ardhiansyah Yoga.
Berikut adalah beberapa efek buruk jangka panjang jika sering membiasakan menyalakan mesin sebelum indikator injeksi mati:
1. Sensor ECU Berpotensi Error
Karena proses self-check terganggu oleh kejutan listrik saat mesin mendadak distarter, ECU bisa mengalami miskalkulasi dalam membaca data sensor. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu eror pada sistem kelistrikan dan pembakaran.
2. Mesin Jadi Susah Hidup atau Brebet
Ketika fuel pump belum selesai membangun tekanan bensin yang cukup ke injektor, campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar menjadi tidak seimbang. Akibatnya, motor akan terasa lebih sulit dihidupkan, atau muncul gejala brebet (tersendat) di awal tarikan gas.
3. Aki dan Dinamo Starter Bekerja Lebih Keras
Memaksa menyalakan mesin saat sistem bahan bakar belum siap membuat dinamo starter harus memutar mesin lebih lama. Hal ini memicu kurasan daya aki yang lebih besar, sehingga usia pakai aki (battery) dan dinamo starter menjadi lebih pendek.
4. Konsumsi Bahan Bakar Menjadi Boros
Pembacaan sensor yang tidak akurat membuat pasokan bensin yang disemprotkan oleh injektor ke ruang bakar tidak presisi. Alhasil, pembakaran menjadi kurang sempurna dan membuat konsumsi bensin terasa lebih boros dari biasanya.
Ardhiansyah Yoga menambahkan bahwa kebiasaan baik hanya membutuhkan waktu tambahan sekitar 2 hingga 3 detik saja. "Cukup putar kunci kontak, dengar suara dengungan halus dari pompa bensin, tunggu lampu indikator jingga mati, baru tekan tombol starter. Langkah sederhana ini akan menjaga motor Honda kesayangan Anda tetap responsif dan awet bertahun-tahun," pungkasnya.
Bagi konsumen yang ingin berkonsultasi lebih lanjut atau melakukan pengecekan kesehatan sistem injeksi (PGM-FI) motor Honda mereka, AHASS Astra Motor Natar siap melayani dengan fasilitas diagnostic tool modern yang akurat dan ditangani langsung oleh mekanik bersertifikasi standar pabrikan.
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 295
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 234
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 30
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 28
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
BERLANGGANAN BERITA