Foto Ist
Saibumi.com(SMSI), Lampung – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Lampung, kembali menunjukkan peningkatan pada Rabu, (8/7/2026).
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api tersebut mengalami sedikitnya lima kali erupsi sejak dini hari hingga pagi.
BACA JUGA: Jadi Tersangka Kasus Pembacokan, Status Honorer Damkar Bandar Lampung Masih Menggantung
Meski terjadi beberapa kali letusan, status Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki diminta tetap tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.11 WIB. Letusan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi sekitar 40 detik. Pada kejadian ini, tinggi kolom abu tidak dapat teramati.
Selanjutnya, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu, cokelat hingga hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara dan barat laut. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 26,1 mm dengan durasi sekitar 44 detik.
Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 07.11 WIB. Saat itu, kolom abu kembali membumbung setinggi sekitar 250 meter di atas puncak atau 407 meter di atas permukaan laut.
Abu vulkanik berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal bergerak ke arah barat laut. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 44,4 mm dan berlangsung sekitar 31 detik.
Kemudian pada pukul 08.42 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali meletus dengan tinggi kolom abu sekitar 100 meter di atas puncak atau 257 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut.
Letusan ini memiliki amplitudo maksimum 35 mm dan berdurasi sekitar 40 detik. Erupsi kembali terjadi pada pukul 09.35 WIB. Kali ini kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 meter di atas permukaan laut.
Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut. Letusan tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 49 mm dan berlangsung sekitar 27 detik.
PVMBG menyatakan, hingga kini Gunung Anak Krakatau masih berada pada Tingkat Aktivitas Level III (Siaga).
Sehubungan dengan kondisi tersebut, PVMBG kembali mengingatkan masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki agar tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti perkembangan informasi resmi dari PVMBG, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
BACA JUGA: Jadi Tersangka Kasus Pembacokan, Status Honorer Damkar Bandar Lampung Masih Menggantung
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 640
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 293
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 264
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 233
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 185
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 29
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 27
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 25
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 22
BERLANGGANAN BERITA