Logo Saibumi

Pasca Status Siaga, Damkarmat dan BPBD Tinjau Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau

Pasca Status Siaga, Damkarmat dan BPBD Tinjau Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau

Foto/ist/ Damkarmat Lampung Selatan

Saibumi.com(SMSI), Lampung Selatan – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Senkom Mitra Polri, serta Kecamatan Rajabasa melakukan pengecekan dan koordinasi ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau (GAK), Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.

 

Pengecekan dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau yang statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga). 

BACA JUGA: CDP 2026 Resmi Dibuka, Rektor UBL Pandu Mahasiswa Baru Temukan Arah Masa Depan Sebelum Kuliah

 

Langkah tersebut bertujuan memastikan kondisi terkini di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi dampak aktivitas vulkanik.

 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan pihaknya bersama sejumlah instansi terkait turun langsung ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, untuk memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gunung tersebut.

 

"Kami bersama BPBD, Basarnas, Senkom, dan Kecamatan Rajabasa melakukan koordinasi ke Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, guna memastikan kondisi aktivitas gunung yang dalam beberapa hari terakhir terus mengalami peningkatan," ujar Rully, Sabtu (4/7/2026).

 

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.

 

"Status Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat kami imbau tetap waspada dan tidak panik secara berlebihan. Nelayan maupun masyarakat diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius minimal 3 kilometer, sesuai rekomendasi yang telah disampaikan otoritas pemantauan gunung api," lanjutnya.

 

Rully juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi maupun video yang beredar di media sosial tanpa sumber yang jelas.

 

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap video atau informasi yang beredar di media sosial apabila bukan berasal dari sumber resmi, seperti Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau maupun instansi pemerintah yang berwenang. Pastikan informasi yang diterima telah terverifikasi sehingga tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat," pungkasnya.

 

BACA JUGA: CDP 2026 Resmi Dibuka, Rektor UBL Pandu Mahasiswa Baru Temukan Arah Masa Depan Sebelum Kuliah

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA