Logo Saibumi

Tujuh Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nahkoda KM Arof Resmi Dihentikan

Tujuh Hari Pencarian Tak Membuahkan Hasil, Operasi SAR Nahkoda KM Arof Resmi Dihentikan

Foto Ist

Saibumi.com(SMSI), Lampung Timur– Operasi pencarian terhadap nahkoda KM Arof yang tenggelam di Perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, resmi dihentikan setelah Tim SAR Gabungan melakukan upaya pencarian selama tujuh hari tanpa membuahkan hasil.

 

Penghentian operasi SAR tersebut dilakukan pada Sabtu (20/6/2026), setelah melalui evaluasi bersama dan musyawarah dengan pihak keluarga korban.

BACA JUGA: Terekam CCTV, Pria Bermasker Gasak Motor Pengunjung Minimarket di Pesawaran

 

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah seluruh upaya pencarian yang dilakukan sejak hari pertama hingga hari ketujuh tidak menemukan keberadaan korban atas nama Tarno (50), nahkoda kapal asal Cirebon, Jawa Barat.

 

"Dengan mempertimbangkan hasil pencarian selama tujuh hari serta kesepakatan bersama pihak keluarga, Operasi SAR terhadap korban kecelakaan kapal KM Arof di Perairan Muara Kuala Penet resmi dihentikan dan dinyatakan selesai. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali," ujar Rezie, Minggu (21/6/2026).

 

Pada hari ketujuh pencarian, Tim SAR Gabungan terlebih dahulu melaksanakan briefing dan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian sesuai rencana operasi.

 

Pencarian dilakukan melalui jalur laut serta pemantauan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban. Namun hingga pukul 13.00 WIB, upaya tersebut belum juga membuahkan hasil.

 

Selanjutnya, pada pukul 14.15 WIB dilakukan evaluasi bersama dan musyawarah dengan pihak keluarga korban yang diwakili Ridho selaku pengurus KM Arof. Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa operasi SAR dihentikan.

 

Diketahui, dalam insiden tenggelamnya KM Arof, terdapat dua korban yang menjadi fokus pencarian. Korban atas nama Suarna (45), anak buah kapal (ABK) asal Cirebon, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi. Sementara Tarno hingga hari ketujuh pencarian masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang.

 

Selama pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain keterbatasan sinyal komunikasi dan jaringan internet di lokasi operasi, tim juga dihadapkan pada potensi ancaman satwa liar berupa kemunculan buaya di sekitar perairan Way Kambas.

 

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Bakauheni, Direktorat Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), keluarga korban, nelayan setempat, serta instansi terkait lainnya.

 

Meski operasi SAR resmi ditutup, koordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan setempat akan tetap dilakukan. 

 

Apabila ditemukan petunjuk atau tanda-tanda keberadaan korban, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang atau menghubungi Emergency Call Basarnas 115 maupun WhatsApp Com Center Basarnas Lampung di nomor 0821-8004-8006 untuk tindak lanjut lebih lanjut.(*)

 

BACA JUGA: Terekam CCTV, Pria Bermasker Gasak Motor Pengunjung Minimarket di Pesawaran

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA