Logo Saibumi

Pergantian Kepala BGN, Nasib Peternak Telur dan Program MBG Jadi Sorotan

Pergantian Kepala BGN, Nasib Peternak Telur dan Program MBG Jadi Sorotan

Foto Ilustrasi/dok.saibumi.com

Saibumi.com(SMSI), Jakarta – Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian berbagai kalangan. 

 

Selain menyangkut keberlanjutan program unggulan pemerintah, pergantian tersebut juga dinilai berpengaruh terhadap peternak telur rakyat yang selama ini menjadi salah satu pemasok kebutuhan pangan program tersebut.

BACA JUGA: Ketua SMSI Lampung: Program MBG Harus Beri Manfaat bagi Rakyat dan UMKM

 

Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan efektivitas pelaksanaan MBG yang telah berjalan di berbagai daerah.

 

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lampung, Donny Irawan, menilai pergantian pimpinan merupakan hal yang wajar dalam sebuah pemerintahan. Namun, menurutnya, yang paling penting adalah memastikan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap berjalan optimal.

 

"Yang menjadi perhatian publik bukan hanya pergantian pejabatnya, tetapi bagaimana program yang telah berjalan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. MBG harus terus dilanjutkan dan diperbaiki agar semakin tepat sasaran," ujar Donny, dalam keterangannya, Rabu (4/6/2026).

 

Ia mengatakan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada penerima manfaat, tetapi juga memiliki efek ekonomi yang luas bagi pelaku usaha lokal, termasuk petani dan peternak telur rakyat.

 

Menurutnya, keberlanjutan program tersebut penting untuk menjaga rantai pasok pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi peternak.

 

"Peternak telur rakyat saat ini membutuhkan kepastian pasar. Program MBG dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu menjaga serapan produksi telur lokal sehingga kesejahteraan peternak ikut meningkat," tambahnya.

 

Di sisi lain, kondisi ekonomi nasional juga menjadi perhatian setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. 

 

Pelemahan rupiah dikhawatirkan berdampak pada kenaikan harga sejumlah kebutuhan dan biaya produksi yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.

 

Donny menilai pemerintah perlu menjaga stabilitas ekonomi agar program-program kerakyatan yang telah berjalan dapat memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.

 

"Ekonomi yang stabil menjadi fondasi penting. Ketika daya beli masyarakat terjaga, program-program pemerintah juga akan lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

 

Selain persoalan ekonomi dan program sosial, Donny juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan. 

 

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya dibangun melalui keberhasilan program pembangunan, tetapi juga melalui konsistensi dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

 

"Masyarakat ingin melihat adanya kepastian hukum, transparansi, dan keadilan. Itu menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah dan seluruh institusi negara," katanya.

 

Ia berharap pergantian pimpinan di BGN dapat menjadi momentum untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis, meningkatkan kesejahteraan peternak dan pelaku usaha lokal, menjaga stabilitas ekonomi nasional, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

 

 

BACA JUGA: Ketua SMSI Lampung: Program MBG Harus Beri Manfaat bagi Rakyat dan UMKM

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA