Foto Istimewa
Saibumi.com(SMSI), Jakarta– Presiden RI Prabowo Subianto secara mengejutkan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).
BACA JUGA: UBL Siap Wisuda 758 Lulusan dan Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen Publik
Dalam keterangannya, Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional sebagai bagian dari penyegaran organisasi.
"Pada hari ini Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional, pertama adalah Saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, kedua Saudara Lodewijk Paulus sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, yang ketiga Saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi selama ini dalam membangun fondasi serta mengembangkan Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo, dilansir dari beritasatu.com.
Bersamaan dengan keputusan tersebut, Presiden juga menunjuk Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya untuk mengisi posisi pimpinan di lembaga yang bertanggung jawab terhadap program gizi nasional tersebut.
Diketahui, Dadan Hindayana merupakan sosok yang dipercaya memimpin BGN sejak lembaga itu dibentuk. Ia dilantik pada 19 Agustus 2024, menjelang berakhirnya masa pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Saat itu, Badan Gizi Nasional dibentuk untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Selain dikenal sebagai pejabat negara, Dadan juga memiliki rekam jejak panjang di dunia akademik. Ia merupakan dosen dan peneliti di Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Dadan menempuh pendidikan sarjana di bidang Proteksi Tanaman di IPB pada periode 1986–1990. Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke University of Bonn dan Leibniz Universität Hannover yang keduanya diselesaikan pada tahun 1997.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dadan memiliki jabatan akademik sebagai lektor dengan kualifikasi pendidikan doktoral (S3).
Selama berkarier sebagai akademisi, ia juga menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah yang dimuat dalam jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Beberapa penelitian yang pernah ditulisnya membahas preferensi serangan tikus sawah terhadap tanaman padi, serta kajian mengenai keanekaragaman dan fungsi serangga Ordo Coleoptera di kawasan reklamasi pascatambang batu bara di Berau, Kalimantan Timur.
BACA JUGA: UBL Siap Wisuda 758 Lulusan dan Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen Publik
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 67
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA