Logo Saibumi

KONI Lampung Bentuk Panitia Sarpras dan Api PON, Matangkan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

KONI Lampung Bentuk Panitia Sarpras dan Api PON, Matangkan Persiapan Tuan Rumah PON 2032

Foto dok.humas KONI Lampung

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung mulai mematangkan langkah persiapan sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 dengan Banten. 

 

Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni membentuk panitia khusus sarana dan prasarana (sarpras) serta panitia pencarian Api PON.

BACA JUGA: Jelang Musorkablub, KONI Lampung Timur Perkuat Konsolidasi Organisasi

 

Pembentukan dua tim tersebut merupakan tindak lanjut atas penetapan Lampung dan Banten sebagai tuan rumah bersama PON 2032. 

 

Tim yang dibentuk memiliki tugas berbeda, mulai dari pendataan venue cabang olahraga hingga penelusuran sumber api abadi yang nantinya berpotensi digunakan sebagai Api PON.

 

Wakil Ketua Umum II KONI Lampung, Riagus Ria, mengatakan panitia yang dibentuk akan fokus melakukan inventarisasi fasilitas olahraga serta mengecek kesiapan sarana penunjang penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut.

 

"KONI sudah membentuk panitia yang nantinya bertugas mendata dan mengecek sarana dan prasarana cabang olahraga yang akan menjadi venue pada PON 2032 mendatang. Tim dibagi menjadi dua, satu tim lainnya bertugas mencari dan mendata atau mengecek keberadaan api abadi yang bisa dipergunakan menjadi Api PON," ujar Riagus, Senin (25/5/2026).

 

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan sejak dini agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan PON dapat dipetakan secara menyeluruh. Hasil pendataan nantinya akan menjadi bahan laporan kepada Ketua Umum KONI Lampung dan Gubernur Lampung sebelum diteruskan kepada KONI Pusat.

 

Riagus menjelaskan, KONI Lampung diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah yang berkaitan dengan kesiapan sebagai tuan rumah.

 

"Panitia dibagi menjadi dua tim, satu untuk sarana dan prasarana dan satu tim lagi masalah Api PON. Kita diberi waktu dua tahun untuk menyelesaikan PR-PR yang ada, seperti sarana dan prasarana," tambahnya.

 

Ia menegaskan, tanggung jawab yang diemban cukup berat karena status tuan rumah dapat dievaluasi bahkan dicabut apabila persiapan dinilai tidak berjalan sesuai target.

 

"Tugas kita berat selama dua tahun ke depan, karena status tuan rumah bisa dicabut jika dianggap gagal membenahi pekerjaan rumah dari KONI Pusat," pungkasnya.

BACA JUGA: Jelang Musorkablub, KONI Lampung Timur Perkuat Konsolidasi Organisasi

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA