Logo Saibumi

Itera Gelar Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf

Itera Gelar Pelatihan Pembuatan Tepung Mocaf

Saibumi.com, Lampung Selatan -  sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Lampung. Sosialisasi digelar di Aula Gedung Kuliah Umum 1 Itera, Kamis, 4 Maret 2026. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Rektor Itera, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha.

Tidak sekadar pemaparan, peserta juga diajak praktik langsung pembuatan mocaf yang didampingi tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan, Biologi, dan Farmasi.

BACA JUGA: Dosen Darmajaya Ungkap Peran Besar Desain Interior bagi Kehidupan

Berbeda dari kegiatan sebelumnya, sosialisasi dan pelatihan kali ini secara khusus melibatkan para jurnalis dari berbagai media di Lampung, serta perwakilan mahasiswa dari UKM Pramuka. Rektor menilai keterlibatan awak media menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan informasi dan mempercepat adopsi inovasi di tengah masyarakat.

“Media memiliki peran penting dalam menyebarluaskan inovasi. Kami berharap melalui rekan-rekan jurnalis, mocaf dan berbagai produk turunannya semakin dikenal sehingga masyarakat terdorong mengolah singkong menjadi produk bernilai jual lebih tinggi,” ujar Rektor.

Menurut dia, Lampung merupakan salah satu penghasil singkong terbesar di Indonesia. Namun, besarnya produksi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani. “Lampung dikenal sebagai penghasil singkong nasional, tetapi dampaknya terhadap pendapatan petani masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya variasi produk turunan yang bernilai jual,” kata Prof. Nyoman.

Pengolahan Terintegrasi

Rektor Itera yang juga Guru Besar Mikrobiologi di Institut Teknologi Bandung menjelaskan, metode pengolahan mocaf di Itera berbeda dari cara konvensional. Pada prosesnya, bagian kulit terluar singkong tidak dibuang, melainkan diolah kembali menjadi produk turunan.

Melalui fermentasi yang memanfaatkan bakteri aerob dan anaerob, pengolahan ini menghasilkan tiga produk utama. Pertama, tepung mocaf yang diperoleh dari endapan fermentasi parutan singkong. Tepung ini bebas gluten, memiliki karbohidrat lebih sederhana, serta berpotensi menjadi pangan alternatif yang lebih ramah bagi pencernaan. Kedua, tepung elon yang berasal dari endapan kulit singkong hasil fermentasi. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan minuman seduhan hingga olahan seperti yogurt dan keju nabati. Ketiga, cairan hasil fermentasi yang dimanfaatkan sebagai probiotik untuk pakan ternak.

Selain itu, kulit terluar singkong juga dikembangkan menjadi produk inovatif berbentuk “telur pemadam api”. Produk ini bekerja dengan mekanisme letusan yang membantu memutus suplai oksigen pada sumber api.

Rektor juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan inovasi turunan singkong guna membuka peluang usaha baru. Sejumlah wilayah di Lampung Timur dan Pesawaran menjadi daerah binaan Itera untuk mendampingi pelaku UMKM dalam mengolah singkong menjadi produk bernilai tambah.(SB05)

BACA JUGA: Dosen Darmajaya Ungkap Peran Besar Desain Interior bagi Kehidupan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA