Foto | Istimewa/ Dok Humas KONI Lampung | Atlet Paramotor Lampung
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung - Cabang olahraga Paramotor Lampung mulai memaksimalkan kawasan Taman Kehati Kota Baru sebagai pusat latihan. Pemanfaatan lahan tersebut dilakukan bersama KONI dan KORMI Provinsi Lampung serta otoritas pengelola Taman Kehati Lampung.
Penasehat sekaligus pelatih dan instruktur Paramotor Lampung, Waras Budi Hartawan (WBH), mengatakan saat ini yang dibutuhkan adalah akselerasi program latihan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
BACA JUGA: Pakubuwono XIV Gelar Buka Puasa Bersama di Sasana Narendra
“Selama ini kita agak sulit menentukan tempat latihan yang cukup baik secara teknis, tetapi tetap jalan. Setelah kami diberikan wacana dan diperkenankan menggunakan lahan Kota Baru ini untuk latihan dan pendadaran, tentu kami manfaatkan,” ujar Waras, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, ada empat nomor besar dalam Paramotor, yakni Navigasi, Ekonomik, Slalom, dan Presisi. Namun, dari lokasi yang tersedia saat ini baru dua nomor yang bisa dilaksanakan secara efektif.
“Secara teknis yang sudah bisa berlatih efektif itu nomor Navigasi. Navigasi sudah saya buat di radius enam kilometer dari Taman Kehati. Satu lagi Ekonomik, tetapi situasinya belum mendukung maksimal karena mesin kita yang ada sekarang sudah tertinggal satu atau dua generasi,” tambahnya.
Waras menjelaskan, untuk nomor Ekonomik dibutuhkan mesin dengan spesifikasi terbaru agar mampu bersaing. Ia membandingkan, satu liter bahan bakar pada mesin milik atlet Lampung saat ini hanya mampu bertahan sekitar 20 menit. Sementara atlet peraih juara di PON dan Kejurnas mampu bertahan hingga 43 menit dengan konsumsi bahan bakar yang sama.
“Artinya mau dibuat seperti apa pun, mesin kita secara teknis belum mampu. Kita sudah irit, tapi orang lain jauh lebih irit,” jelasnya.
“Kita perlu mesin dan payung yang sesuai standar. Selebihnya kita adu ketangkasan atlet, kalau mesin dan payungnya sudah kalah, sehebat apa pun pilotnya sulit bersaing. Jika target peremajaan mesin dan payung terpenuhi, target lima medali emas di PON NTT-NTB 2028 kami sanggup,” lanjutnya.
Ia menambahkan, peralatan paramotor umumnya dapat digunakan selama empat hingga lima tahun, sehingga relatif lebih efisien dalam jangka panjang. Namun, tanpa dukungan peralatan standar, capaian prestasi sulit ditingkatkan.
Saat ini Paramotor Lampung masih terus berkoordinasi dengan KONI Provinsi Lampung untuk memastikan lokasi yang ideal di kawasan Taman Kehati Kota Baru, baik untuk latihan maupun penyelenggaraan pertandingan.
Sejak kembali dari PON XXI Aceh-Sumatera Utara, tim Paramotor Lampung tetap menjalani latihan rutin di berbagai lokasi secara mandiri.
“Kami rutin melakukan kegiatan termasuk regenerasi pilot dan pembinaan prestasi dengan sistem yang sudah disepakati. Setiap latihan kami nilai perkembangan mereka, sehingga terdata pilot-pilot yang berpotensi dan yang sudah memenuhi standar,” ungkap Waras.
Sejumlah pilot andalan Lampung yang pernah tampil di PON dan kejuaraan nasional antara lain Adi Ayang Syah, Wahyu Syahputra, Radyen Banta Hasbyallah, Letnan Hakim, dan Prada Arles Remaldo.
Selain itu, ada pula nama-nama yang mulai menunjukkan peningkatan performa seperti Rendra P, Satriyo Jaya Sakti, Bambang Setiawan, Safiq Insani, Yoni Saputra, Yesya K, Nuril Fatahillah, serta seorang pelajar SMP bernama Fika.
Waras menuturkan, pada PON 2028 mendatang diperkirakan akan dipertandingkan 19 medali emas dari berbagai nomor Paramotor. Dengan persiapan matang, dukungan fasilitas, serta peremajaan peralatan, Lampung optimistis mampu bersaing dan merebut target lima medali emas.
BACA JUGA: Pakubuwono XIV Gelar Buka Puasa Bersama di Sasana Narendra
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 649
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 303
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 201
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 190
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 78
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 56
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 55
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 49
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 47
BERLANGGANAN BERITA