Foto | Ist | Ilustrasi Gedung Pemerintah Kota Bandarlampung
Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyambut positif rencana penggabungan delapan desa dari wilayah sekitar ke dalam administrasi kota. Penggabungan tersebut diperkirakan akan menambah lebih dari 34 ribu penduduk ke wilayah Kota Bandar Lampung.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyebut rencana tersebut sebagai anugerah bagi kota. Ia menegaskan kesiapan pemerintah kota untuk bekerja maksimal setelah proses administrasi penggabungan resmi ditetapkan.
BACA JUGA: KONI Lampung Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Festival Taekwondo ke-XIII
“Kalau pemerintah kota bersyukur, alhamdulillah apa yang diberikan provinsi kepada kita itu adalah anugerah bagi Bandar Lampung. Mudah-mudahan ini kalau memang diberikan kepada kita, nanti kita langsung kerjakan yang terbaik untuk delapan desa yang bergabung,” ujar Eva Dwiana, Selasa (27/1/2026).
Eva menjelaskan, delapan desa tersebut nantinya akan mengalami penyesuaian dalam struktur administrasi pemerintahan. Pemerintah kota berencana menggabungkannya menjadi empat kelurahan yang berada dalam satu kecamatan baru.
“Perubahan pasti ada. Mungkin nanti akan dijadikan empat kelurahan. Karena ada desa yang jumlah penduduknya hanya sekitar 300-an jiwa, jadi akan kita satukan menjadi Kecamatan Kota Baru dengan empat kelurahan,” tegasnya.
Kecamatan Kota Baru nantinya akan menggantikan wilayah Jati Agung dalam struktur administrasi Kota Bandar Lampung. Sejumlah nama wilayah juga akan mengalami penyesuaian, termasuk Way Hui yang direncanakan menjadi nama kelurahan baru.
Sementara masuknya wilayah baru tersebut diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Bandar Lampung. Eva berharap kawasan Kota Baru dapat menjadi salah satu pusat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Insya Allah ekonomi meningkat. UMKM mau kita rapikan, dan salah satunya pusat UMKM bisa kita jadikan di Kota Baru,” ungkapnya.
Terkait rencana pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di wilayah Bakung, Eva menegaskan bahwa pengelolaannya akan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata kota.
“Katanya sih jauh dari kita. Sampah memang harus dikelola dengan baik. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya juga bagus,” kata Eva.
Selain itu, kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung juga direncanakan akan dikembangkan menjadi ruang edukasi dan pariwisata anak, sekaligus mendukung pemanfaatan energi listrik yang nantinya disalurkan ke PLN.
“Nanti Bakung juga akan kita jadikan tempat pariwisata untuk anak-anak. Program ini sudah kita bahas sejak tahun sebelumnya,” tambahnya.
Eva berharap seluruh rencana tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bandar Lampung.
BACA JUGA: KONI Lampung Dorong Pembinaan Berkelanjutan Lewat Festival Taekwondo ke-XIII
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 68
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA