Foto | Ist | Daftar Personel Satgas Pamtas Yonif 9 Mar
Saibumi.com(SMSI), Lampung– Sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut menjadi korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Para prajurit tersebut diketahui tengah mengikuti latihan pratugas sebelum diberangkatkan untuk pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini.
Dari total 23 prajurit yang tertimbun longsor, empat orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara, 19 prajurit lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali mengatakan, longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat selama hampir dua malam berturut-turut. Curah hujan tinggi tersebut diduga kuat menjadi pemicu terjadinya bencana.
“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan yang lainnya belum ditemukan,” ujar Muhammad Ali dalam konferensi pers bersama Komisi I DPR RI di Kementerian Pertahanan, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Ali memastikan upaya pencarian terhadap seluruh korban akan terus dilakukan secara maksimal. Meski demikian, proses evakuasi dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama keterbatasan akses menuju lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, para prajurit yang menjadi korban berasal dari Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam. Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas di wilayah tersebut saat bencana terjadi.
“Latihan memang dilaksanakan di sana. Saat itu kondisi hujan lebat hampir dua malam tanpa henti, yang kemungkinan besar mengakibatkan terjadinya longsor. Longsor tersebut menimpa permukiman warga satu desa, dan kebetulan terdapat prajurit kami yang sedang berlatih di lokasi itu,” jelas Ali.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syafii menyampaikan, tim SAR berhasil mengevakuasi empat kantong jenazah dari lokasi longsor.
“Dengan penemuan hari ini, total ada 29 kantong jenazah yang telah dievakuasi,” ujar Syafii.
Sebelumnya, jumlah korban tertimbun longsor diperkirakan mencapai sekitar 80 orang. Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung.
Terkait kondisi lokasi, Syafii menjelaskan bahwa area longsor memiliki dua mahkota longsoran. Salah satu mahkota dengan lidah longsor diperkirakan memiliki panjang sekitar 200 meter dan lebar terluas mencapai 140 meter.
“Kami berharap ke depan proses pencarian dapat berjalan lebih lancar dan semakin banyak korban yang berhasil ditemukan,” ujarnya.
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 298
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 239
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 198
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 187
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 51
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 46
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 37
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 36
BERLANGGANAN BERITA