Logo Saibumi

Kisruh Perebutan PT San Xiong Lampung Selatan, Buruh Akan Geruduk Kantor Gubernur Provinsi Besok

Kisruh Perebutan PT San Xiong Lampung Selatan, Buruh Akan Geruduk Kantor Gubernur Provinsi Besok

Saibumi.com (SMSI), Lampung - Pekerja yang tergabung didalam Federasi Persatuan Serikat Buruh Indonesia (FPSBI) akan melakukan aksi demonstrasi dan geruduk kantor Gubernur besok untuk menuntut persoalan upah yang belum dibayarkan oleh perusahaan pada bulan Maret serta meminta kejelasan terkait keberlangsungan kerja termasuk status mereka saat ini.

Ketua Umum FPSBI-KSN Yohanes Joko Purwanto mengatakan aksi dilakukan oleh pekerja mengingat besok hari Kamis (10/4) akan diadakan mediasi antara direksi yang lama dengan direksi yang baru. “Kabarnya akan ada mediasi besok yg di fasilitasi oleh Disnaker Provinsi Lampung menghadirkan direksi lama dengan direksi yang baru. Kita juga dari serikat di undang untuk hadir dalam pertemuan tersebut,”kata Joko.

Selain antar direksi yang hadir, diketahui pada mediasi besok hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung, Apindo, LKS Tripartit serta Polda Lampung.
“Perwakilan buruh akan masuk kerumah mediasi, dan sisanya menunggu diluar sambil berorasi mengawal jalannya rapat besok,”ujar Joko.

BACA JUGA: Hotman 911 Resmi Dampingi Keluarga Korban Penembakan Insiden Judi Sabung Ayam, Desak Rekonstruksi dan Sidang Terbuka

Aksi unjuk rasa yang digelar serikat pekerja merupakan respon atas situasi yang memungkinkan terjadi akibat dampak dari persoalan perebutan PT San Xiong. Pekerja khawatir terkena imbasnya mengingat upah mereka dibulan Maret 2025 tak kunjung dibayarkan perusahaan. Selain persoalan upah, mereka juga menuntut kejelasan nasib kedepannya.
“Sebenarnya kan selain soal upah, teman-teman juga meminta kepastian kerja. Kapan mulai kerja kembali, mulai produksi, karena sampai hari ini tidak ada produksi di pabrik jadi sulit kan memastikan bulan ini buruh bakal gajian enggak. Bisa jadi tidak gajian karena dianggap tidak melakukan aktivitas produksi, padahal justru yg menghentikan aktivitas ini kan pihak perusahaan,”ungkap Joko.

Joko menilai bahwa apapun permasalahan internal perusahaan mestinya tidak merugikan para pekerja, karena pekerja telah mengabdikan dirinya bertahun-tahun untuk kemajuan perusahaan. Ia juga berharap atas persoalan ini agar siapapun yang nantinya memegang manajemen perusahaan akan lebih bijak memerhatikan status kerja buruh.
“Siapapun pemiliknya nanti, harapan kami jangan sampai ditutup atau dijual pabrik ini. Pikirkan nasib pekerja yang telah bertahun-tahun memajukan PT San Xiong,”pungkasnya.

BACA JUGA: Hotman 911 Resmi Dampingi Keluarga Korban Penembakan Insiden Judi Sabung Ayam, Desak Rekonstruksi dan Sidang Terbuka

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA