Logo Saibumi

Simak Tips Deteksi Kondisi Drive Belt Sepeda Motor

Simak Tips Deteksi Kondisi Drive Belt Sepeda Motor

Saibumi.com, Bandar Lampung - Sebagai pengguna kendaraan bermotor dengan jumlah yang fantastis. Masyarakat Indonesia sudah seharusnya mengetahui berbagai hal penting dalam komponen kendaraan bermotor. Ya, namun pada kenyataannya masih banyak yang tidak begitu memahami hal tersebut. Oke, supaya semakin paham dengan komponen motor sendiri, admin akan mencoba membahas satu sparepart yang fungsinya sangat penting. Dalam bahasa inggris penyebutannya “drive belt” mungkin masing-masing ahli otomotif motor punya penyebutan sendiri.

Apabila di terjemahkan dalam bahasa indonesia, lebih kurang artinya “sabuk mengemudi” ya, jadinya tidak nyambung kalau di terjemahkan langsung. Daripada menebak-nebak dan tidak menemui titik terang, lebih baik langsung di simak saja pembahasannya di bawah ya.

Tips Deteksi Kondisi Drive Belt, Jangan Sampai Putus Dijalan!

BACA JUGA: Kapan Waktunya Ganti Aki Motor? ini Pembahasan Lengkapnya

Seperti yang tadi Kami sebutkan, jika kamu bersikap tidak peduli dengan kondisi drive belt maka kemungkinan terburuknya secara tiba-tiba bagian tersebut bisa putus di tengah jalan. Jika sudah begitu apa yang akan terjadi? Ya, karena tidak ada yang menggerakan roda bagian belakang, tanpa spare part ini motor kamu tidak bisa bergerak. Tentu jika terjadi, sudah pasti terhitung kerusakan berat, jadi tidak bisa di perbaiki sendiri apabila kamu benar-benar awam dalam otomotif.”jelas Mulyadi selaku Service Advisor Astra Motor Natar

Namun, sebelum bagian tersebut putus, ada kok beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendeteksi kondisi drive belt. Berikut caranya.

1.Cek CVT(Continously Variable Timing)

Setiap drive belt mempunyai masa pakai yang di sebut sebagai CVT. Seperti yang sebelumnya sudah Kami sebutkan bahwa setiap sparepart ini setidaknya mempunyai masa pakai 24.000 km. Ya, itu jumlah yang sangat banyak, namun untuk memastikan kondisi drive belt tetap dalam kondisi prima, ada baiknya untuk mengecek setiap melakukan 8.000 km. Karena proses pengecekan tidak bisa dilakukan secara mandiri, maka sebaiknya datangi bengkel resmi terdekat. Kami menyarakan untuk kamu yang sering melakukan perjalanan jauh agar memprioritaskan hal ini. Untuk penggunaan motor sekadar komplek atau di sekeliling kota mungkin tidak begitu urgent, tapi tidak ada salahnya di cek juga

2.Perhatikan Bagian Permukaan Drive Belt

Cara kedua agaknya bisa kamu lakukan sendiri, apabila terlihat retakan pada bagian drive belt, maka itu juga bisa menandakan bahwa bagian tersebut sudah perlu di ganti. Ya, untuk pengecekan kondisi lebih akuratnya masih sama dengan poin pertama, bawa ke bengkel terdekat. Namun, setidaknya sebelum membawanya ke tenaga profesional kamu bisa mengeceknya terlebih dahulu menggunakan metode ini.

3.Sepeda Motor Terasa Kurang Nyaman Saat Dipakai Berkendara

Untuk cara ketiga ini agak sulit di jelaskan tapi pasti bisa di rasakan. Karena, kamu adalah pemilik motornya, pasti akan segera menyadari ada sesuatu yang salah ketika bagian ini bermasalah. Secara umum, tarikan motor akan menjadi kurang nyaman(dalam bahasa otomotif, ngempos). Tingkat kecepatan terasa berkurang, karena drive belt tidak mampu berfungsi dengan sabagaimana mestinya, bagian yang rusak membuat roda belakang terasa berat.(SB05)

BACA JUGA: Kapan Waktunya Ganti Aki Motor? ini Pembahasan Lengkapnya

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA