Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung secara resmi mengumumkan, bahwa di Provinsi Lampung telah ditemukan satu kasus gagal ginjal akut progresif atipikal pada anak.
Hal tersebut disampaikan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana melalui akun Instagram resmi Dinas Kesehatan.
BACA JUGA: Humas Hingga Wiraswasta Jadi Saksi Kasus PMB Prof Karomani
"Berkenaan dengan adanya peningkatan kasus gagal ginjal akut atau mayoritas terjadi pada anak balita, yang terjadi di Indonesia. Pada hari ini (Jumat, 21 Oktober 2022) di Provinsi Lampung telah ditemukan 1 orang anak yang Berusia 11 bulan, yang berasal dari kota Bandar Lampung dan saat ini anak tersebut dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Abdul Moeloek, Provinsi Lampung," ungkapnya dikutip, Sabtu (22/10/2022).
Lebih lanjut, Reihana menyampaikan atas adanya satu kasus tersebut maka telah langsung dilakukan penyelidikan epidemiologi, pengambilan spesimen darah, tes usap nasofaring dan pemeriksaan obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien
"Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah melakukan beberapa hal yang pertama penyidikan epidemiologi terhadap kasus tersebut, yang kedua telah mengambil spesimen dari kasus berupa darah, urin, dan juga telah melakukan pemeriksaan obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien tersebut," jelasnya.
Tak lupa, Kadiskes juga mengimbau kepada masyarakat diminta untuk tetap waspada, dan memperhatikan kondisi anak ataupun balita.
"Masyarakat diimbau terus memperhatikan kondisi anak. Bila ditemukan anak di bawah usia 18 tahun memiliki gejala mengarah ke gagal ginjal pada anak seperti kekurangan urine maka segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas," tuturnya.
Selain itu, laporkan kepada petugas jika mengetahui ada gejala klinis mengarah ke gagal ginjal akut.
"Segera bawa anak atau balita yang memiliki gejala tersebut ke fasilitas pelayanan terdekat untuk segera mendapatkan perawatan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan jangan panik namun perhatikan asupan gizi dan kesehatan anak sedetail mungkin," pungkasnya.
Perlu diketahui, melansir laman Sekretariat Presiden, Sejak akhir Agustus 2022, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) yang tajam pada anak, utamanya di bawah usia 5 tahun.
Seiring dengan peningkatan tersebut, Kemenkes meminta para orang tua untuk tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada terutama ketika anaknya mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut, seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.
“Ini sangat penting kepada seluruh masyarakat khususnya yang mempunyai anak di bawah umur 18 tahun, utamanya adalah anak balita, kalau terjadi penurunan frekuensi buang air kecil dan juga penurunan air kencingnya, bahkan sama sekali tidak keluar air kencingnya atau yang disebut anuria itu maka segera dilakukan pemeriksaan atau dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tandas Juru Bicara Kemenkes Syahril, dalam keterangan persnya, Rabu (19/10/2022) secara virtual. (Riduan)
BACA JUGA: Humas Hingga Wiraswasta Jadi Saksi Kasus PMB Prof Karomani
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA