Logo Saibumi

Cerita Hamid, Rela Tempuh Jarak 513 KM Demi Berkah Kemerdekaan

Cerita Hamid, Rela Tempuh Jarak 513 KM Demi Berkah Kemerdekaan

Foto: Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Penjual bendera merah putih dan aksesoris kemerdekaan mulai menjamur di Kota Bandar Lampung menjelang 17 Agustus. 

 

Bahkan, Penjual bendera rela datang dari jauh yang sengaja datang ke Kota Tapis Berseri guna berharap berkah kemerdekaan. 

BACA JUGA: Ini Kata Kepolisian, Soal Peristiwa Truk Tak Kuat Menanjak di Kecamatan Telukbetung Selatan

 

Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang di Jalan Wolter Monginsidi ini. 

 

Hamid namanya, pria berusia 38 tahun itu menuturkan, bahwa dirinya datang dari Garut, Jawa Barat bersama rekan-rekannya untuk bisa berdagang di lokasi yang saat ini ditempati. 

 

"Iya saya dari Garut, sama temen-temen berlima," ungkapnya saat diwawancarai, Kamis (4/8/2022). 

 

Lebih lanjut ia menjelaskan, hampir setiap tahun dirinya datang ke Bandar Lampung. 

 

"Udah 4 tahun ini lah, sekitar tahun 2018 saya ke Bandar Lampung buat jualan bendera sama umbul-umbul disini, istilahnya ngadu nasib," jelas Hamid seraya tersenyum. 

 

Disinggung terkait omset yang diperoleh, pria berbahasa sunda ini menyatakan, bahwa tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya pasalnya omset pada tahun ini (2022) lebih menurun dibandingkan tahun 2021. 

 

"Agak turun tahun ini, kalau tahun lalu itu tanggal segini udah lumayan hampir Rp. 8 jutaan, tapi tahun ini baru dapet Rp. 5 jutaan," imbuhnya. 

 

Kemudian, untuk barang-barang jualan nya itu sendiri langsung dibawa dari Garut. 

 

"Barang langsung dari sana, jadi disini tinggal jual aja, saya jual dari harga Rp. 5,000 sampai Rp. 500,000," tuturnya. 

 

Sementara saat ditanya, pembelinya siapa saja, dan berapa omset yang paling besar didapat. Menurutnya borongan dari dinas-dinas lah mendongkrak omsetnya. 

 

"Dinas kalau borong itu yang paling saya suka, itu bisa sampe Rp. 3 jutaan sekali beli, itu sih paling besar. Tapi, ya kalau lagi sepi Rp. 50 ribu aja kadang susah. Cuma, ya namanya dagang disyukuri aja," ujarnya. 

 

Selanjutnya, barang apa yang bisa mencapai harga Rp. 500ribu, Hamid menjelaskan bahwa hiasan ruangan dan umbul-umbul bermanik yang sering dibeli oleh dinas-dinas. 

 

"Nah, kayak yang bermanik ini, buat pajangan didepan itu yang banyak dibeli, kalau tahun lalu bisa sampe 9 potong saya jual, sekarang baru 6 ini," kata Hamid. 

 

Hamid menambahkan bahwa dirinya di Kota Bandar Lampung hanya 2 minggu, dan tanggal 16 agustus sudah kembali lagi ke Garut, dilanjutkan ke Jakarta untuk berdagang Tahu Sumedang. 

 

"Asli saya memang dari garut, tapi saya dagang juga di Jakarta di Cengkareng. Nah, kalau agustusan gini saya dagang di Bandar Lampung, kalau biasanya saya dagang Tahu Sumedang di Cengkareng. Barang kawan-kawan juga pulangnya," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Ini Kata Kepolisian, Soal Peristiwa Truk Tak Kuat Menanjak di Kecamatan Telukbetung Selatan

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA