Logo Saibumi

Bea Cukai Bandar Lampung Jelaskan Terkait Senjata US Army yang Ramai Diperbincangkan

Bea Cukai Bandar Lampung Jelaskan Terkait Senjata US Army yang Ramai Diperbincangkan

Foto: Kasi Pabean III, Bea Cukai Bandar Lampung, Zulfikar Islami | Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kasi Pabean III, Bea Cukai Bandar Lampung, Zulfikar Islami buka suara, terkait satu kontainer di Pelabuhan Panjang yang berisikan senjata api yang tidak masuk dalam manifest kapal, pada Jumat, 22 Juli 2022. 

 

Zulfikar Islami menjelaskan, apa yang beredar saat ini adalah merupakan sesuatu yang sifatnya wajar, karena memang barang-barang ini ialah barang-barang yang masuk dengan mekanisme info sementara. 

BACA JUGA: 5 Jam Wawancarai Kadiskes, Begini Penjelasan Polda Lampung

 

"Nah, info sementara ini memang diharuskan dilakukan pemeriksaan khusus, kenapa menjadi trending, karena barangnya memang seksi (senjata). Karena, apapun barangnya yang masuk kesini melalui mekanisme info sementara pasti dilakukan pemeriksaan fisik," ungkapnya saat diwawancarai, Senin (25/7/2022). 

 

Lebih lanjut ia menuturkan, mengapa dilaksanakan penyegelan, kembali lagi karena ini adalah barang-barang strategis yang nantinya akan digunakan untuk latihan antara TNI dengan US Army. 

 

"Maka kita lakukan penyegelan untuk memastikan barang-barang tersebut tepat guna dan tepat sasaran. Artinya tidak di salahgunakan orang yang dan yang menggunakan adalah orang-orang atau pihak-pihak yang memang terkait," jelasnya. 

 

Sementara untuk detail barang, Zulfikar Islami belum bisa menjelaskan lebih lanjut. 

 

"Mungkin besok bisa kembali lagi, karena saya tidak bisa jelaskan tanpa data. Tapi prinsipnya itu adalah alat-alat yang digunakan untuk latihan antara TNI dan US Army," tuturnya. 

 

Selanjutnya, adapun barang-barangnya saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi. 

 

"Kalau saya boleh mengutip apa yang disampaikan Pak Dirjen ini adalah prosedur standar, setelah semua proses administrasi terpenuhi maka kewajiban itu selesai dan barang itu akan dibawa ke pusat pelatihan di Baturaja," imbuhnya 

 

Kemudian, untuk teknis lainnya pihaknya belum bisa mengatakan lebih lanjut. 

 

"Mungkin bisa besok aja, soalnya saya enggak pegang data. Kalau enggak salah ada 12. Ada helikopter dan sebagainya," ujarnya. 

 

Selanjutnya Soal manifest, Zulfikar Islami menambahkan barang yang akan masuk kedalam wilayah pabean, darat, laut, udara, dengan batas-batas tertentu dia akan diajukan RKSP yang namanya manifest. 

 

"Bisa kita sampaikan, manifest barang-barang semuanya ada, jadi kalau pertanyaan ini barang selundupan atau bukan, dalam hal ini jelas ini bukan barang selundupan," jelasnya. 

 

Disinggung apakah ada koordinasi antara TNI, Zulfikar memastikan bahwa koordinasi telah dilakukan. 

 

"Iya pasti ada koordinasi, karena ini kegunaannya udah jelas, karena ini digunakan untuk latihan TNI dan US Army. Kemudian masalah siapa yang melakukan masuknya barang kesini yaitu vendor. Vendor yang melakukan proses kepabeanannya, iya bisa dilakukan oleh BPJK yang salah satunya mereka yang kuasa dari pemilik barang," tukasnya. 

 

Zulfikar pun kembali menegaskan, bahwa hal yang saat ini ramai diperbincangkan bukanlah barang ilegal. Akan tetapi memang prosesnya masih berjalan. 

 

"Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan sepenuhnya kelengkapan administrasi sedang dipenuhi, kemudian setelah selesai bisa dilakukan untuk latihan di Baturaja. Kiriman barang dari Amerika masuk ke Indonesia (Lampung). Proses pemeriksaannya dari Hari Sabtu kemarin, koordinasi sudah dari jauh hari dari bulan April itu sudah ada koordinasi," tambahnya. 

 

Terakhir, Zulfikar menyampaikan bahwa hal Ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru, tahun kemarin juga ada. 

 

"Mungkin tahun kemarin temen-temen enggak jalan ke pelabuhan makanya enggak liat. Jadi ini itu adalah latihan rutin yang dilakukan setiap tahun. Saya tegaskan tidak bilang kalau tidak terdaftar di manifest, kita mengamankan biar tepat guna dan tepat sasaran. Tidak ada kita bilang tidak terdaftar di manifest. Karena semua ada, dan saat ini sedang dilengkapi. Yang jelas ini semua legal," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: 5 Jam Wawancarai Kadiskes, Begini Penjelasan Polda Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA