Logo Saibumi

6 Nakes Pertanyakan Transparansi Nilai Test Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap

6 Nakes Pertanyakan Transparansi Nilai Test Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap

Foto: Saibumi.com/Riduan

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Enam orang tenaga kesehatan yang merupakan pegawai kontrak (pegawai tidak tetap) yang telah mengabdi di Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya dengan masa kerja 1 sampai dengan 17 tahun, mempertanyakan nasibnya yang kini sudah tidak bekerja di rumah sakit tersebut. 

 

BACA JUGA: Sensasi Wisata Air Terjun Way Kalam Kian Eksotis

Ari Fitrah Anugrah, Advokat dan Konsultan Hukum dari kantor Advokat Ivin Aidyan & Partner selaku yang diberi kuasa oleh keenam nakes itu menjelaskan, bahwa kliennya mempertanyakan terkait penerimaan pegawai tidak tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti test yang diadakan oleh manajemen rumah sakit tersebut. 

 

"Jadi klien kita mempertanyakan tentang kelulusan test," ungkapnya, Minggu (19/6/2022). 

 

Lebih lanjut ia mengatakan, adapun hal itu dipertanyakan karena keenam kliennya tidak mendapatkan prioritas, dan disamakan dengan masyarakat yang baru saja mendaftar untuk bekerja di RSUD Demang Sepulau Raya. 

 

"Bahwa bersama ini kami dengan tegas menolak hasil dari penerimaan pegawai tidak tetap badan layanan umum daerah RSU Demang Sepulau Raya yang telah diumumkan," jelasnya. 

 

Kemudian adapun alasan-alasan pihak menolak, Ari juga memaparkan beberapa hal seperti, diduga keras dalam proses penerimaan pegawai penuh dengan kecurangan dan ketidaktransparanan. 

 

"Hasil tes tertulis peserta tidak diumumkan dengan nilai yang diperoleh para peserta. Dan pada saat klien kami ingin melihat lembar jawaban untuk memastikan tidak diperbolehkan," tuturnya. 

 

Selanjutnya, ada penambahan 35 orang dari jumlah formasi yang diminta. 

 

"Dalam surat bernomor 800/690/D.A.VI.02/UPTD.RSUD-DSR/2022 tentang penerimaan, itu tertulis yang diterima 266 orang. Namun, sedangkan dalam pengumuman kelulusan itu yang diterima 301 orang. Terdapat 9 orang nama dan nomornya tidak terdaftar dalam pengumuman seleksi administrasi," bebernya. 

 

Ari pun berharap bahwa pihaknya meminta kepada pihak Rumah Sakit untuk bisa memberikan keadilan yang semestinya kepada kliennya. Karena, saat ini kliennya mengganggur sudah lebih dari 3 bulan lamanya. 

 

"Mohon agar dapat melakukan peninjauan ulang terhadap penerimaan pegawai tidak tetap, lalu melakukan investigasi audit terhadap proses penerimaan pegawai itu," tuturnya.

 

Dan yang terakhir, ia pun meminta agar dapat dilakukan penundaan proses pengangkatan pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) RSUD Demang Sepulau Raya sampai dugaan kecurangan dalam pengangkatan pegawai tidak tetap tahun 2022 selesai. 

 

"Kita sudah menyoba menanyakan faktor klien-klien mereka tak lolos. Alasan dari pihak rumah sakit, karena nilai test dan wawancara tidak para nakes lama ini kecil. Namun pihak rumah sakit hanya mengatakakn hal tersebut secara lisan," imbuhnya. 

 

Sementara itu, salah satu nakes yang mempertanyakan transparansi tersebut, Eni Ratna Ningrum yang sudah 15 tahun mengabdi di Rumah Sakit menuturkan dampaknya karena tak bekerja lagi ialah sangat berpengaruh kepada ekonominya. 

 

"Ini dampak ke kami sangat besar, kami sebenarnya kan berharap ada penangangkatan PPPK untuk nakes, tapi malah dikeluarkan, dan ini juga beban ke ekonomi kami. Mana anak saya tiga, dan ini kan saya sudah berusia, sudah enggak bisa lagi kalau kerja di swasta," ungkap Eni. 

 

Saat dikonfirmasi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Demang Sepulau Raya, dr Taufik Joni Prasetyo belum memberikan jawaban. 

 

Saibumi.com akan meng-update jika dari pihak Rumah Sakit telah memberikan jawaban perihal hal yang dipertanyakan oleh keenam nakes tersebut. (R)

BACA JUGA: Rombongan Jamaah Haji Kota Jogja Tiba di Mekkah Dengan Selamat

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA