Logo Saibumi

Kunjungi Pasar di Bandar Lampung, Kementan Beberkan Beberapa Hasil Temuan

Kunjungi Pasar di Bandar Lampung, Kementan Beberkan Beberapa Hasil Temuan

Foto: Kunjungi Pasar di Bandar Lampung, Kementan Beberkan Beberapa Hasil Temuan (Saibumi.com/Riduan)

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kementerian Pertanian terus mengawal kondisi perkembangan stok dan harga pangan pokok di seluruh Indonesia.

 

BACA JUGA: Harga Cabai-Bawang Kota Bandar Lampung Terpantau Turun 

Kali ini Kementan mengunjungi sejumlah pasar yang berada di Kota Bandar Lampung.

 

Dalam pelaksanaannya, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Leli Nuryati mengatakan bahwa pantauannya pada hari ini ingin memastikan, bahwa ketersediaan 9 bahan pokok khususnya, seperti bawang merah, bawang putih, cabe merah, dan sebagainya itu aman.

 

"Paling tidak, sampai hari raya Idul Fitri. Kita sudah lakukan pemantauan sejak beberapa Minggu sebelum ramadhan, harian mingguan dan melaporkannya guna bisa menekan stok agar selalu tersedia," ungkap Lely saat diwawancarai di Pasar Tamin, Sabtu (16/4/2022).

 

Lebih lanjut ia menuturkan, dari pemetaan itu pihaknya menemukan dalam beberapa hari ini berdasarkan data, stok untuk bawang merah memang mengalami kekurangan.

 

"Fakta di lapangan itu stok tersedia dan harga nya cukup stabil di harga Rp. 24-25 ribu," jelasnya.

 

Kemudian bawang putih, stok bawang putih sangat melimpah dan harga nya memang tengah turun.

 

"Jadi, bisa dipastikan untuk Lampung ini stok bawang putih tersedia," tukasnya.

 

Lalu, Lely menjelaskan, bahwa cabe rawit di bulan Ramadhan ini karena permintaan banyak dan supplai dari daerah lain di Lampung juga kekurangan.

 

"Jadi, kita pastikan stok bisa terpenuhi. Pantauan juga untuk harga nya relatif aman. Dan kesimpulan kita Lampung bisa dikatakan Hijau (Aman) untuk stok hingga Idul Fitri 1443H," tuturnya.

 

Selanjutnya Telur, dan daging Ayam, masih stabil ya. Sementara, untuk daging sapi. Menurutnya faktor import lah yang masih mempengaruhi harganya.

 

"Memang kita masih ada kelemahan yaitu masih melakukan import. Kita upayakan tidak ada kenaikan tinggi jelang Lebaran ini," ujarnya.

 

Dari hasil sidak ini Lely menyimpulkan untuk stok dari semua komoditi di Lampung ini bisa dikatakan aman, dan ada kemungkinan yang tinggi itu di eceran.

 

"Kita juga berharap agar Pemerintah Daerah Lampung bisa memastikan agar disparitas harga dari grosir ke eceran tidak terlalu tinggi," bebenya.

 

Disinggung terkait harga-harga yang diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan saat mendekati Idul Fitri, Lely menambahkan "Jadi gini kan, konsumen kan ada yang beli di warung dan ada yang beli di pedagang pasar. Nah, biasanya yang beli di warung itu kan harganya berbeda ya dengan pasar jadi itu yang terkadang membuat harga terlihat menjulang," imbuhnya.

 

Pihaknya pun akan mengantisipasi kapabila ada harga yang naik tidak wajar.

 

"Kita intervensi dengan cara operasi pasar, bazar murah, dan sebagainya," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Harga Cabai-Bawang Kota Bandar Lampung Terpantau Turun 

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA