Logo Saibumi

2 Tahun Dihantam Pandemi, Perajin Parsel Mulai Kebanjiran Order

2 Tahun Dihantam Pandemi, Perajin Parsel Mulai Kebanjiran Order

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Kabar baik datang dari para perajin dan penjual parsel Lebaran di Kota Bandar Lampung.

 

Di pekan pertama Ramadan, mereka mulai banyak menerima pesanan. Mereka melihat prospek cerah di Ramadan tahun ini, berbeda dengan 2 tahun sebelumnya dimana bisnis mereka lesu imbas pandemi.

BACA JUGA: Minyak Goreng Curah di Pasar Perumnas Way Halim Masih Kosong

 

Hal tersebut disampaikan Reni selaku Owner Lampung Parcel, usaha yang beralamatkan Perumahan Bukit Kencana Blok T 10, Kalibalau Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung menuturkan bahwa di hari kelima puasa ini, ia telah mendapatkan sebanyak 1,600 order.

 

"Untuk tahun ini yang jelas kita meningkat ya, di hari kelima puasa ini Alhamdulillah kita udah masuk 1,600 parsel dibandingkan tahun lalu. Kalau tahun lalu itu di hari kelima puasa gini belum sampai segini," ungkapnya saat diwawancarai saibumi.com, Selasa (12/4/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, besar kemungkinan di tahun 2022 ini diprediksi akan naik 80 sampai 95 persen.

 

"Disini kita bisa menjamin ketersediaan kita sampai lebaran stok kita aman. Dalam artian kita menjamin masa expired kita itu sangat jauh. Karena untuk di distributor kita sendiri sudah menginfokan ke kita, tahun ini yang beredar itu makanan-makanan yang tidak ada expired. Yang jelas kita mementingkan agar parcel kita tidak ada yang expired," jelasnya.

 

Selanjutnya terkait, Reni menyampaikan harga mulai dari Rp. 150ribu hingga Rp 5juta. Namun, tidak menutup kemungkinan apabila ada permintaan harga dibawah itu.

 

"Cuma kan ada beberapa customer yang dari perusahaan yang meminta badget minim tetap kami sediakan. Untuk isi parcel bisa request juga," tukasnya.

 

Reni pun menceritakan, bahwa usaha yang sudah berjalan selama 7 tahun, sangat terpuruk kala pandemi menghantam selama kurang lebih 2 tahun

 

"Kita sangat terpuruk ya, yang jelas omset turun, karena memang banyak dibatasi. Selain itu, barang-barang dari distributor menurun. Tahun ini Alhamdulillah," tuturnya.

 

Saat terpuruk itu pun ia harus memutar otak agar usaha tetap berjalan.

 

"Penjualan kita merambah di online dan offline. Parcel kita ada dua macam itu food dan non food," bebernya.

 

Disinggung apakah ada kenaikan harga, seperti yang terjadi dalam beberapa waktu ini, menurutnya kenaikan pasti ada.

 

"Ya karena tau sendiri kan pemerintah sudah dari jauh-jauh hari sudah bilang, kalau april ada kenaikan 1 persen dari 10 persen ke 11 persen. Untung kita sebelum kenaikan sudah stok.

 

Reni pun berharap agar kenaikan tidak terlalu besar.

 

"Kita mah berharap aja ya, kalau naik semuanya kan pusing juga," pungkasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Minyak Goreng Curah di Pasar Perumnas Way Halim Masih Kosong

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA