Foto: Pengrajin Cendol (Rinduan/Saibumi.com)
Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Pandemi yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 mempengaruhi usaha milik Haji Suseno, usaha cendol yang telah dilakoni sejak 2003 itu pun mengalami pasang surut saat pandemi menghantam.
Hal tersebut disampaikan Haji Suseno saat diwawancarai saibumi.com, menurutnya sudah 2 tahun ini, ia mengakui bahwa ramainya penjualan cendol miliknya hanya saat awal bulan suci Ramadhan.
BACA JUGA: Benarkah, Stok Minyak Goreng Curah Tersedia?
"Sejak tahun 2003, jadi usaha saya ini cuma minggu pertama saja ramainya. Hal ini juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Jadi gini, saat pandemi pertama itu ramainya minggu pertama, dan pandemi kedua itu, dua minggu ramai awal puasa sama akhir puasa," ungkapnya, Jumat (8/4/2022).
Lebih lanjut ia mengatakan, untuk penghasilan satu hari itu membutuhkan bahan mulai dari 20-60 Kg.
"Untuk omset per hari itu, cendol itu sekitar 60kg, cendol hitam 20kg kering. Proses produksi itu satu hari selesai," jelasnya.
Sementara untuk pemasaran di drop pada pasar-pasar Bandar Lampung dan Lampung Selatan.
"Dan pemasaran kita di Bandar Lampung dan Lampung Selatan," tukasnya.
Dan untuk harganya per plastik di bandrol Rp. 1,500 cendol.
"Kalau usaha ini emang turun temurun, untuk karyawan kita 7 orang. Itu dari tetangga yang bantu," pungkasnya. (Riduan)
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 644
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 300
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 266
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 241
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 199
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 188
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 70
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 53
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 52
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 48
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 45
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 43
BERLANGGANAN BERITA