Logo Saibumi

Bahaya Mengintai Jika Sering Konsumi Minyak Jelantah, Penuan Dini Hingga Kanker

Bahaya Mengintai Jika Sering  Konsumi Minyak Jelantah, Penuan Dini Hingga Kanker

Ilustrasi

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Viral, penjual gorengan gunakan minyak bekas untuk berjualan.
 
 
Ditengah merbaknya isu minyak goreng langka di bandar lampung di rasakan pedagang sehingga terpaksa gunakan minyak bekas dikarenakan masih mahal dan sulit mendapatkan Harga minyak goreng murah.
 
 
Minyak goreng bekas atau disebut sebagian orang, Minyak jelantah adalah minyak goreng yang sudah digunakan berulang kali sehingga kandungan nabati yang terdapat di dalamnya menjadi rusak.
 
 
Minyak ini biasanya ditandai dengan perubahan warna minyak dari kuning keemasan menjadi cokelat tua hingga kehitaman, serta munculnya bau tengik karena proses oksidasi alias pemanasan yang berulang-ulang.
 
 
Makanan yang diolah dengan minyak jelantah akan memiliki rasa yang juga tengik atau mirip dengan bahan masalah sebelumnya.  Selain itu, nilai gizi yang dikandung makanan itu juga akan menurun, bahkan dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

 

Penggunaan minyak jelantah identik dengan penjual gorengan di pinggir jalan atau pengolahan masakan rumah tangga. Padahal, minyak bekas ini juga kerap ditemukan di outlet makanan ternama di kota-kota besar sehingga bisa membahayakan kesehatan orang yang mengonsumsi makanan tersebut.
 
 
Ketika minyak nabati dipanaskan berulang-ulang, terjadi proses oksidasi yang menghasilkan radikal bebas dan senyawa toksik yang dapat meracuni tubuh manusia. Radikal bebas ini bersifat sangat reaktif terhadap tubuh, yakni dapat menimbulkan perubahan kimiawi dan merusak berbagai komponen sel hidup di dalam tubuh, seperti protein, gugus nonprotein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida.
 
 
Jahatnya lagi, efek buruk dari radikal bebas ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat karena zat destruktif tersebut akan menghancurkan sel secara perlahan. Seiring bertambahnya usia, efek radikal bebas ini akan semakin terasa, Anda akan lebih rentan terkena stres oksidatif, dan mengalami kerusakan sel karena tubuh tidak mampu lagi melawan radikal bebas ini.
 
 
Ketika radikal bebas yang ada pada minyak jelantah ini sudah merusak tubuh, maka Anda dapat mengalami berbagai macam penyakit, seperti:
  • Penyakit kardiovaskular yang muncul akibat tersumbatnya arteri jantung
  • Penyakit yang berhubungan dengan sistem imun, seperti rheumatoid arthritis dan kanker
  • Penyakit yang menyerang sistem saraf pusat (otak maupun sumsum tulang belakang), seperti Alzheimer dan demensia
  • Katarak dan penurunan kemampuan indera penglihatan
  • Penuaan dini (kulit keriput, kusam, rambut memutih atau rontok)
  • Diabetes
  • Penyakit genetik, seperti penyakit Huntington atau Parkinson
Minyak jelantah bukannya haram digunakan, hanya saja pengaplikasiannya sangat tergantung pada banyak hal. Menurut Health Promotion Board Singapura (badan yang mengampanyekan pola hidup sehat), minyak jelantah yang aman digunakan memiliki beberapa kriteria, seperti:
 
1. Belum Pernah Dipanaskan Dua kali
 
Minyak yang terlalu sering digunakan akan semakin rentan menghasilkan radikal bebas pada masakan, sedangkan kandungan vitamin dan antioksidannya kian sedikit.
 
2. Tidak Berwarna Pekat
 
Jika minyak jelantah sudah berwarna cokelat atau bahkan hitam, jangan digunakan lagi untuk memasak.
 
3. Tidak Berbau
 
Bau tengik menandakan minyak sudah tidak layak pakai, begitu pula jika minyak tersebut terlihat kental atau lengket.Setelah menggoreng, minyak jelantah yang masih terlihat bening dapat disaring agar remah-remah sisa masakan sebelumnya tidak ikut tersimpan.
 

BACA JUGA: Segera Lakukan 4 Hal Ini Jika Ibu Hamil Alami Kontraksi Palsu yang Tidak Nyaman

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA