Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Puluhan Broker Ayam Lampung Comunnity (BLC) berkumpul di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) guna bisa menyampaikan aspirasinya terkait harga ayam yang melambung tinggi.
"Yang pertama kita berkumpul disini silaturrahmi, yang kedua dengan harga ayam yang begitu melambung tinggi ini membuat pedagang menjerit dan yang lebih menjerit lagi itu para broker," ungkap Nanot, Penasehat BLC kepada saibumi.com, Kamis (13/1/2022).
BACA JUGA: DBD Merebak di Lampung, Berikut Ciri-Ciri Demam Berdarah pada Anak yang Perlu Diketahui
Lebih lanjut ia menyampaikan apabila harga ayam tidak secepatnya turun pihaknya mengaku tidak bisa berjualan lagi.
"Jadi pada dasarnya broker lah yang jadi tumbal. Jadi disini kita membahas harga ayam tidak secepatnya turun mungkin kita tidak bisa jualan. Karena harga melambung tinggi," jelasnya.
Nanot menyampaikan, dalam satu minggu ini, setiap hari ada kenaikan mulai harga dari Rp. 500.
"Jadi tidak ada berhentinya, sampai saat ini harga jual di pasar itu Rp. 31 ribu menurut kami itu terlalu tinggi dan terlalu berat untuk kami bisa menjual di pasaran," tukasnya.
Disinggung ihwal penyebab kenaikan harga ayam, Nanot menuturkan bahwa kenaikan harga terjadi karena faktor-faktor .
"Kurang tau persis kenaikan ayam ini darimana bisa jadi karena stok kosong, dari GOC mahal. Kami selama ini para broker tidak pernah di ajak pertemuan dengan perusahaan-perusahaan, kita tidak menuntut untuk di ajak bicara. Tapi kami kepingin harga yang wajar-wajar saja tinggi boleh tapi jangan terlalu, nah, kalo ini sudah terlalu tinggi sepanjang sejarah saya menjual ayam sudah 30 tahun harga mahal itu baru kali ini," tuturnya.
Saibumi.com kembali menanyakan apakah akan melakukan aksi damai lagi ke depannya.
"Mungkin ke depan nya kita tunggu niat baik dari bos-bos besar, kami para broker tetap mengharapkan yang terbaik supaya kita bisa jualan lagi, kami yakin kok temen-temen dari supir, kenek, yang dimana kalau kita tidak bekerja penghasilan mereka pun tidak ada.
Broker Ayam Lampung Comunnity (BLC) pun berharap agar pihak terkait bisa menanggapi harapannya ini.
"Jadi kita mengharapkan pihak terkait agar cepat menanggapi aksi damai kita ini supaya ayam bisa turun secepatnya," pungkas Nanot. (Riduan)
BACA JUGA: DBD Merebak di Lampung, Berikut Ciri-Ciri Demam Berdarah pada Anak yang Perlu Diketahui
merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.
1
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 642
2
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 297
3
Senin, 27/07/2026 - Dibaca : 265
4
Selasa, 28/07/2026 - Dibaca : 238
5
Kamis, 30/07/2026 - Dibaca : 197
6
Jumat, 31/07/2026 - Dibaca : 186
1
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 41
2
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 39
3
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 38
4
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 34
5
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 33
6
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 31
7
Senin, 03/08/2026 - Dibaca : 28
BERLANGGANAN BERITA